Siapa Sebenarnya “Tim URC” Yang Selalu Ada di Jalan Magetan

MENAMBAL JALAN LUBANG:Sejumlah pekerja tim URC sedang memperbaiki jalan di wialayah Lembeyan

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN.Tentunya bagi anda mendengar kata URC masih sangat asing bukan.Tim Unit Reaksi Cepat atau disingkat URC ini merupakan tim yang dibentuk oleh Bidang Bina Marga Jembatan dan Jalan Dinas Pekerja Umum (DPU) Bina Marga dan Cipta Karya  Kabupaten Magetan, Jawa Timur pada pertengahan tahun 2016. Tim ini dibentuk bertujuan untuk perbaikan jalan dengan kerusakan darurat.

Berbeda dengan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dinas PU, mereka (staf DPU,red) melakukan perawatan jalan sesuai wilayah masing-masing UPTD. Sedangkan tim URC yang berjumlah 5 orang ini mempunyai tugas   perbaikan jalan di seluruh Kabupaten Magetan, khususnya ruas jalan kabupaten.

Muhtar Wahid Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerja Umum Kabupaten Magetan mengatakan, pihaknya mengaku sejak adanya tim URC ini sangat membantu menangani tentang masalah laju kerusakan jalan di wilayah Kabupaten Magetan.”Dulu hanya ditangani oleh UPTD sesuai wilayahnya masing-masing, tapi karena adanya tim URC semua bisa teratasi meskipun belum 100 persen hasilnya,”katanya.

“Kalaupun ada jalan yang rusak belum tertangani, semua ini dikarenakan kemampuan prasarana, biaya, personel, tim URC belum mampu mengimbangi, apalagi tahun ini tidak ada musim kemarau, dan hujan terus terjadi sepanjang tahun, sehingga jalur-jalur berat dengan cepat mengalami kerusakan,”terangnya.

Lanjut Muhtar, pihak DPU Magetan berharap bagi pengendara atau warga Magetan untuk selalu bersabar, karena mengingat tenaga URC hanya terdapat 5 orang untuk menangani jalan diseluruh kabupaten Magetan.”Pekerjaan mereka hanya sebatas menembel, meratakan jalan yang rusak dan bergelombang,”tandasnya

Ke lima personel tim URC bukan merupakan pengawai DPU kabupaten Magetan, akan tetapi mereka adalah pekerja lepas.”Mereka adalah pekerja lepas, gaji mereka dihitung perhari dengan nominal Rp 60.000 perhari plus Rp 10.000 untuk uang makan total Rp 70 ribu perhari,”tutur Muhtar.

“Bilamana ada salah satu personel URC tidak masuk maka dia tidak mendapatkan upah sesuai kesepakatan, mereka bekerja mulai pukul 7 pagi hingga 4 sore, seperti bekerja di proyek atau di pabrik kalau hari sabtu dihitung lembur,”jelas Muhtar.

Selama ini kendaraan truk untuk mengangkut material pihak DPU menyewa, sedangkan bahan material aspal dan alat gilas dengan ukuran kecil disediakan oleh DPU.”Kami menyewa truk perbulan Rp 3 juta 5 ratus ribu,”ucapnya.

Jangka pendek terkait kebutuhan yang mendesak seperti material dan tenaga kerja pihak DPU sudah menganggarkan di tahun 2017. “Kalau sarana prasarana seperti truk dan alat berat mesin penggilas dengan ukuran kecil kami belum bisa karena mengingat anggaran belum ada,”paparnya.

Muhtar mengaku kerusakan ruas jalan tidak terlepas dari dampak musim, lanjutnya, seandainya tidak ada URC kemungkinan besar jalan yang rusak tidak terselesaikan.”Jadi kalau ada laporan, kami siap membantu dan URC ini akan menangani, kedepan kami akan kembangkan demi kemajuan bersama dari tahun ke tahun, maka dari itu mohon dukungannya,”Tambahnya.Cahyo.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.