SKI News
Seorang TKW di Ponorogo Jadi Korban Meninggal Kebakaran Apartemen Hongkong

Dina Martiana semasa hidup senyum tenang kini tinggal kenangan. Keluarga berharap kepulangan almarhumah segera, agar bisa beristirahat di tanah kelahiran.
Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Duka kembali mengetuk Ponorogo. Dina Martiana, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Tajug, Kecamatan Siman, menjadi salah satu korban meninggal dalam kebakaran hebat yang melalap apartemen Wang Fuk Court, Distrik Tai Po, Hong Kong, Rabu (26/11/2026). Kabar pahit ini baru diterima keluarga pada Sabtu sore (29/11/2025) setelah Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong memberi konfirmasi resmi.
Menurut KJRI, Dina menghembuskan napas terakhir saat berupaya melindungi majikannya dari kepulan asap pekat di lantai 26—tugas terakhir yang ia jalani dengan keberanian yang tak semua orang punya.
Minggu pagi, rumah duka di Desa Tajug penuh sesak oleh pelayat. Suhodo, sang suami, tampak limbung menahan kehilangan. Sesekali ia menangis saat tetangga mencoba menguatkan. Tangis haru bercampur cerita pilu mengisi setiap sudut ruangan.
Adik korban, Riko Andi, mengatakan firasat buruk sudah muncul sejak pertama kali mendengar ada kebakaran di apartemen tempat kakaknya bekerja.
“Mbak Dina terakhir kontak hari Selasa. Waktu dengar ada kebakaran, kami langsung was-was. Saya telpon berkali-kali tapi nggak terhubung,” ujarnya.
Dina meninggalkan seorang suami dan satu anak yang masih duduk di bangku SMP. Keluarga berharap proses pemulangan jenazah tidak berlarut-larut agar almarhumah segera dimakamkan di kampung halaman.
Perangkat desa, Tohirin, membenarkan kabar duka itu.
“Tadi malam kami baru dapat kejelasan dari kepala desa. Kondisi jenazah seperti apa, kami belum tahu. Yang pasti, beliau dinyatakan meninggal,” kata Tohirin.
Tragedi kebakaran besar di Hong Kong tersebut menelan sejumlah korban jiwa, termasuk pekerja migran asal Indonesia. Hingga kini, proses identifikasi dan pemulangan jenazah masih menunggu tindak lanjut resmi dari KJRI Hong Kong.
