SKI News
Persiapan Lomba MTQ Tingkat Kabupaten di Ponorogo

Suarakumandang.com,BERITA PONOROGO. Gaung lomba Musabah Tilawatil Quran (MTQ) Kabupaten Ponorogo sudah dimulai. Ratusan peserta dari 21 kecamatan di Ponorogo, Jawa Timur sudah mulai mempersiapkan diri.
“MTQ tingkat kabupaten memang sudah bakal dimulai. Sekitar tanggal 25 Maret 2020 nanti. Ini tadi memasuki tahap teknikal meeting,” kata Dewan Hakim Lomba MTQ, Hendrik Mutriawan, Minggu (15/3/2020).
Dia menyebutkan bahwa ada 7 kategori yang akan dilombakan. Ke 7 kategori itu dengan rincian, Tilawah Tartil Al-Quran, Tilawah anak, Tilawah Remaja, Tafidz 1 juz tilawah, Khat Naskhi, Khat hiasan mushaf, khat kontemporer.
“Total ada 168 peserta. Baik putra maupun putri. Mereka akan memperebutkan yang terbaik,” terangnya.
Menurutnya, 168 peserta itu sebelum berlomba di tingkat kabupaten, mereka memenangkan juara di kecataman. Dari 21 kecamatan itu, ada 4 lokasi yang ditunjuk.
“Kami bagi 4 zona. Di Kecamatan Kauman, Bungkal, Kecamatan Mlarak dan Kecamatan Jenangan,” tegasnya
Untuk Kecamatan Kauman terdiri dari Kecamatan Sampung, Badegan, Jambon, Sukorejo dan Kauman. Kecamatan Bungkal adalah Kecamatan Jetis, Balong, Slahung, Ngrayun, dan Bungkal. Kecamatan Mlarak yakni Kecamatan Ponorogo, Siman, Sambit, Sawoo dan Mlarak. Terakhir kecamatan Jenamham yaitu Kecamatan Babadan, Ngebel, Pulung, Pudak, Sooko, dan Jenangan.
Dia mengaku, nantinya tiap kategori akan diambil juara 1,2 dan 3. Kemudian harapan 1, 2 dan 3. Mereka bakal mendapatkan total hadiah puluhan juta.
Menariknya, juga akan mendapatkan kesempatan umroh gratis. Dengan syarat umurnya sesuai dan minimal mendapatkan juara di kabupaten.
“Tentu yang menarik bisa umroh. Tapi ya dengan syarat khusus. Minimal juara di kabupaten,” bebernya.
Dia berharap Mtq 2020 ini nanti bisa dibawa ke Provinsi pada tahun 2021. Dan tentu mendapatkan yg terbaik. Karena 2018 lalu, Ponorogo menduduki peringkat 11.
“Tidak ada target. Tapi semua berhak mendapatkan yang terbaik. Doakan kami bisa membawa Ponorogo menimal seperti tahun lalu,” pungkasnya.
Jurnalis: Tim SKI
