Connect with us

SKI News

Diduga Penyebar Hoax Soal Corona, 10 Netizen Asal Magetan diperiksa Polisi

Published

on

AKP W.Raja Pratama Kasat reskrim Polres Magetan

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Polres Magetan, Jawa Timur  telah mengamankan 10 pelaku yang diduga penyebar berita Hoak di media sosial (Medsos). Pasalnya 10 pelaku satu diantara ada yang berprofesi sebagai dokter.

Hoak yang mereka sebarkan adalah postingan  berisikan informasi istri Almarhum pasien virus corona meninggal dunia di rumah sakit dr Moewardi Surakarta Jawa Tengah, Rabu, (11/03/2020) lalu . Padahal hingga sampai berita ini diturunkan istri Almarhum masih dalam perawatan diruang isolasi rumah sakit provinsi dr Soedono Madiun.

Bahkan sesuai pernyataan dr.Hari widodo kepala dinas Kesehatan Kabupaten Magetan. Senin,(16/03/2020), istri Almarhum hingga sampai saat ini kondisinya semakin membaik.

AKP W.Raja Pratama Kasat reskrim Polres Magetan mengatakan pihaknya mengamankan ke 10 nitizen yang diduga penyebar informasi hoak di media sosial terkait penyebaran berita hoax corona.

“Dari ke 10 nitizen pekerjaanya bermacam-macam, ada yang dari swasta, pegawai bahkan ada juga dari profesi sebagai dokter,”ujar Raja. Senin,(16/03/2020).

Dia juga menjelaskan, bahwa ke 10 nitizen statusnya masih dalam penyelidikan dari pihak kepolisian.”Sementara ini kita baru mengumpulkan keterangan saja,”jelas Raja.

“Sejauh ini kita baru mengumpulkan bukti-bukti dan beberapa hal . Karena hal ini sudah termasuk masif dan sudah menyebar kemana-mana kita lakukan preventif dan Preemptive supaya hoak tersebut tidak menyebar lebih luas,”kata Raja.

Bahkan dalam penyelidikan nanti ke 10 netizen yang diduga penyebar berita hoak terbukti bersalah maka akan dikenai undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

Masih kata Raja, alasan mereka menyebar informasi tersebut sesuai pengakuannya hanya menerima berita dan me-forward (meneruskan) tanpa mengecek validasi berita tersebut darimana sumbernya.“Permohonan minta maaf melalui video itu hanya sebatas klarifikasi, bahwa apa yang dilakukan itu salah.”papar Raja.

“Sementara proses hukum kalau nanti dalam penyelidikan mengarah kesana kita tetap memproses sesuai hukum,”pungkasnya.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.