Ini Cerita Bang Yus Setelah Bebas Menang Banding

SERVIS: Mohammad Yusuf Ashari saat sedang memperbaiki gitar eletrik dirumahnya Magetan jalan Merapi.

SuaraKumandang.com,BERITA MAGETAN. Tentunya bagi masyarakat Magetan, Jawa Timur sudah tidak asing lagi bukan dengan sosok  pria yang satu ini, dia  adalah Mohammad Yusuf Ashari perajin sepatu yang sempat menjadi buah bibir karena tersandung kasus pengadaan sepatu proyek pemerintah kabupaten Magetan tahun 2014 lalu. Dia bebas setelah menang banding diputus bebas demi hukum karena tidak bersalah oleh pengadilan tinggi Surabaya pada tanggal 24 April 2016 lalu.

Berikut Ceritanya. Semenjak keluar dari rumah tahanan (Rutan) Magetan,  dia diharuskan  menentukan pilihan untuk kelangsungan hidupnya.

Sementara pilihan pria lima anak ini hanya ada dua melanjutkan sebagai perajin sepatu atau menekuni servis alat musik.

Dari kedua pilihan itu oleh Yusuf diambil semua. Karena menurutnya kedua pilihan itu yang dirasa bisa dilakukan dan mampu menghasilkan uang.”Pilihan itu saya ambil semua. Kalau siang saya berprofesi sebagai tukang sepatu dan kalau malam saya sebagai tukang servis alat musik,”kata Mohammad Yusuf Ashari yang akrab dipanggil bang Yus.

Bicara soal sepatu, Yus lebih suka membuat model sepatu yang mempunyai gaya dimasa sekarang yakni hand made. Dijelaskan pembuatan sepatu Hand Made ini tidak memakai lem.”soal harga memang lebih mahal ketimbang harga sepatu pada umumnya, karena pembuatannya lebih rumit dan membutuhkan waktu cukup lama,”kata bang Yus.Kamis,(06/12/2018).

“Untuk pembuatan satu pasang sepatu model hand mode ini membutuhkan waktu 2  sampai 3 hari. Sedangkan sepatu biasa satu hari bisa mendapatkan 2 sampai 3 pasang sepatu,”paparnya.

Saat ditanya kenapa tidak menekuni sepatu model Magetan pada umumnya, jawab mantan wartawan media local ini “Karena saya ingin memberikan Magetan yang lebih baik , selain itu, Magetan perlu inovasi-Inovasii baru yang dapat meningkatkan kualitas sepatu Magetan sendiri,”kata Bang Yus dengan serius.

“Pada intinya sepatu yang kami buat dimasa di jaman now ini sangat tren.  Dan  kami juga butuh duit cepat untuk bayar utang,”katanya sambil tersenyum dengan wajah menahan rasa malu.

Sepatu buatan  putra daerah ini dengan model yang sama jika beli di mall-mall harganya mencapai Rp 900 ribu sampai Rp 1 juta 400 ribu satu pasang.”Kalau ke kita harganya satu pasang hanya Rp 300 ribu dan bahannya semua kulit, bedanya saja kalau beli ke saya harus menunggu 2 sampai 3 hari karena proses pembuatannya sangat rumit, kalau soal model sama,” jelas Bang Yus.

“Ya…kami hanya berharap dengan pembuatan sepatu hand made ini dan servis alat music dapat segera melunasi utang  kami. Anak saya lima, yang anak pertama dan kedua diasuh oleh kakak dan adik saya. Sedangkan anak kami nomor 3 diasuh oleh sahabat kami satu profesi perajin sepatu di Magetan dan anak kami yang ke 4 diasuh oleh gurunya. Sementara anak ke lima ikut saya. Anak nomor 1,2,3 dan 4 diasuh oleh mereka pada saat saya tahan di rutan sampai saat ini,”ungkap Bang Yus sedikit sedih.

Kata Bang Yus, terpaksa  kami lakukan karena keadaan kami setelah terkena kasus sepatu proyek pemerintah kabupaten Magetan tahun 2014 lalu.”Sudahlah nggak usah kami ceritakan masalahnya, yang terpenting bagimana caranya kami bisa melunasi utang saya dan anak-anak bisa sekolah sampai selesai,”cerita Bang Yus dengan wajah sedih.

“Dulu kami utang uangnya untuk nalangi perajin. Sekitar ada Rp 160 juta. Sekarang tinggal Rp 40 juta. Maka dari itu kami berharap dengan mode sepatu yang kami buat ini secepat mungkin bisa untuk melunasi utang saya,”kata Bang Yus sambil tersipu malu.

Bicara soal servis alat music , ternyata sebelumnya dia juga merupakan pemain band di posisi sebagai gitaris pria yang tinggal dikawasan Magetan kota jalan Merapi ini juga mempunyai keahlian memperbaiki alat musik mulai dari gitar kayu,  gitar elektrik, Keybord dan sound, bahkan sampai alat music drum dia juga mampu memperbaiki.

Upah yang didapat untuk memperbaiki alat musik harganya bervariasi mulai dari Rp 25 ribu sampai Rp 100 ribu.”Tidak mesti mas, kami pasang tarif nggak mahal-mahal yakni Rp 25 ribu sampai Rp 100 ribu itu bukan termasuk alat rusak yang perlu diganti,”kata Yus lagi.

“Alhamdulilah, sepatu Hand Made ini pemesannya  sudah cukup lumayan banyak. Pemasaran kami menggunakan media sosial yaitu melalui facebook saya. Kebetulan hari ini kami dapat pesanan dari Blitar dan Surabaya,”terang Bang Yus.

Sementara itu, Bang Yus yang sudah menginjak usia 47 tahun ini berharap apa yang dilakukan bisa menjadi berkah bagi keluarga , saudara dan sahabat-sahabatnya terutama bagi Magetan yang merupakan dimana tempat kelahiranya. Cahyo.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.