Connect with us

SKI News

Perlintasan Kereta Api Ditutup, Warga Bogorejo Auto Bingung: Akses Sawah dan Makam Kini Harus Muter Jauh

Published

on

Camat Barat Ari Budi Astuti (Kanan) bersama Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, memberikan keterangan kepada wartawan terkait penutupan perlintasan sebidang di Dusun Gondel, Desa Bogorejo, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan. Penutupan dilakukan sebagai langkah peningkatan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Penutupan perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Dusun Gombel, Desa Bogorejo, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, memicu keluhan warga

Jalur yang selama ini menjadi akses cepat menuju area persawahan hingga makam kini resmi ditutup demi alasan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.

Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan penutupan dilakukan setelah evaluasi terhadap sejumlah titik perlintasan yang dinilai berisiko.

“Kami mengutamakan keselamatan masyarakat, keselamatan pengguna jalan, serta warga di sekitar perlintasan kereta api,” tegas Tohari.

Ia menjelaskan, PT KAI bersama pihak terkait tengah melakukan penataan bertahap terhadap perlintasan sebidang. Kamis, (7/5/2026).

Sejumlah titik akan diberi pengamanan tambahan, sedangkan titik lain dilakukan penyekatan hingga penutupan permanen.

“Langkah ini dilakukan demi keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan. Kami berharap masyarakat menggunakan perlintasan resmi yang terjaga, baik oleh KAI maupun pemerintah, karena pengawasan dilakukan selama 24 jam,” katanya.

Menurutnya, berbagai kecelakaan di perlintasan kereta api menjadi pengingat penting agar masyarakat tidak lagi menggunakan jalur yang dianggap rawan.

“Perlintasan liar yang selama ini digunakan masyarakat memang menjadi perhatian bersama. Untuk sementara dilakukan penutupan, dan kami bersama pemerintah serta pemangku kepentingan lainnya akan mengusulkan penataan maupun penutupan permanen demi keselamatan warga,” tambahnya.

Meski demikian, kebijakan tersebut menuai keberatan dari warga karena berdampak langsung terhadap aktivitas harian masyarakat Dusun Gondel.

Camat Barat, Ari Budi Astuti, mengatakan pihak pemerintah memahami keresahan warga yang selama ini menggantungkan akses tersebut untuk kebutuhan ekonomi maupun sosial.

“Kami memahami keberatan warga. Hari ini penutupan tetap dilakukan, namun kami juga meminta adanya audiensi bersama PT KAI. Tadi ada warga yang tetap bersikeras meminta jalan ini tidak ditutup,” ujar Ari.

Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan solusi bersama karena menyangkut kewenangan pemerintah daerah dan PT KAI.

“Kalau memang belum bisa diselesaikan hari ini, nanti tingkat kabupaten yang akan melangkah melakukan koordinasi dengan PT KAI,” katanya.

Ari menjelaskan, jalan tersebut selama ini menjadi jalur penting bagi petani menuju sawah sekaligus akses tercepat menuju area pemakaman warga.

“Ini menyangkut akses ekonomi warga, karena jalan tersebut sering digunakan petani menuju lahan pertanian. Selain itu juga menjadi akses menuju makam warga,” jelasnya.

Sementara itu, sejumlah pengguna jalan menyayangkan penutupan total perlintasan tanpa palang pintu tersebut.

Warga menilai jalur alternatif yang tersedia terlalu jauh dan sering mengalami kemacetan, sehingga aktivitas masyarakat menjadi kurang efisien.

Pemerintah desa bersama pihak terkait kini diharapkan dapat mencari solusi jangka panjang agar keselamatan tetap terjaga tanpa memutus akses vital masyarakat.

Jurnalis: Tim Redaksi.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *