Connect with us

SKI News

Suprawoto: Kalau Ada PNS/Perangkat Desa Mempersulit/menakut nakuti  Laporkan Saja

Published

on

Suprawoto didampingi sekda dan camat Barat saat memantu pelayanan umum, pelayanan terpadu kecamatan di kecamatan Barat.Kamis,(28/05/2019)

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Meski pemerintah sudah berupaya membrantas adanya praktek pungli ditingkat desa , kecamatan hingga kabupaten namun realitasnya dilapangan tetap saja masih banyak ditemui. Pasalnya belum semuanya layanan publik bebas dari pungutan liar (Pungli).

Berdasarkan temuan dilapangan ada beberapa  kemungkinan, pertama praktik percaloan terjadi karena masyarakat masih suka memilih jalan pintas untuk menggunakan calo supaya tak kerepotan dan lebih menghemat waktu, meskipun harus mengeluarkan uang lebih dari seharusnya.

Selain itu kedua praktik percalonan terjadi karena masyarakat mudah ditakuti-takuti dengan modus “BIla tidak yang mengurus orang dalam akan dipersulit, bahkan akan dibuat lama”.

Suprawoto bupati Magetan menegaskan bahwa tidak akan ada calo di pemerintah kabupaten Magetan.”Kalau dulu ada calo mungkin itu bisa terjadi, karena untuk mengurus KK, KTP-el, dan Akta terpusat di kantor dinas kependudukan dan pencatatan sipil  (Disdukcapil )masyarakat harus datang ke kantor tersebut,”ujar Suprawoto kepada jurnalis suara kumandang usai menghadiri launching pelayanan admintrasi kepedudukan , perjanjian kerjasama (PKS) dengan DInas Sosial dan tenaga kerja perjanjian kerjasama (PKS) Pemanfaatan KIA dengan mitra usaha dib alai kecamatan Barat. Selasa,(28/05/2019) lalu.

“Kalau sudah kita pecah untuk pengurusan  KK, KTP-el, dan Akta bisa dilakukan ditingkat kecamatan kemungkinan adanya calo kecil. Kemudian disini ditingkat kecamatan banyak yang menyaksikan, disini banyak orang apalagi mereka banyak kenal dan saling tahu,”kata Suprawoto.

Dijelaskan pula, selain itu sekarang sudah mudah karena sudah memakai teknologi .”Keberadaan teknologi membuat kita semakin ifesien. Adanya tenologi akan memperkecil keberadaan calo yang selama ini dikhawatirkan masyarakat,”ucap Suprawoto.

Suprawoto mencontohkan, dengan adanya teknologi apakah ada calo tiket di stasiun kereta api, tentunya sudah tidak ada bukan?. “Yang jelas sekarang sudah tidak ada, soalnya sekarang sudah dipermudah dengan adanya thenologi,”terang Suprawoto.

“Apalagi sekarang untuk mengurus akte kelahiran cukup menggunakan aplikasi di Android dan Itu kemungkinan kecil kalaupun ada calo. Ya kalau ada calo masyarakat yang mengetahui ataupun wartawan yang mengetahui laporkan saja, biar kita tindak sesuai aturan berlaku,”tegas Suprawoto.

Terkait pengawasan kinerja pemerintah kabupaten Magetan mulai dari tingkat desa, kecamatan sampai ketingkat pemerintah kabupaten masyarakat wajib ikut mengawasi.”Upaya ini kami berharap kabupaten Magetan  bisa lebih cepat dan maju ketimbang kabupaten lainnya,”ucapnya.

“Kalau soal blangko yang kosong untuk proses pembuatan KTP-el itu bukan persoalan kita, ini persoalan dari pusat dan kita ini tergantung pada pusat kalau soal blangko , kalau kita diberi wewenang pengadaan blangko sendiri saya kira tidak akan terjadi seperti saat ini,”pungkasnya.

Sementara itu, launching pelayanan admintrasi kepedudukan , perjanjian kerjasama (PKS) dengan DInas Sosial dan tenaga kerja perjanjian kerjasama (PKS) Pemanfaatan KIA dengan mitra usaha dib alai kecamatan Barat dihadiri Bambang Irianto Sekda Magetan, Hermawan Disdukcapil, Yok Camat Barat, kepala desa se-kecamatan Barat serta tamu undangan lainnya.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.