Connect with us

SKI News

Ditutup Pagi, Dibuka Lagi Siang! Drama Perlintasan KA Sebidang di Magetan Sempat Memanas

Published

on

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Suasana perlintasan tanpa palang pintu kereta api (KA) sebidang di Dusun Gombel, Desa Bogorejo, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Kamis (7/5/2026), mendadak ramai setelah perlintasan kereta api sebidang ditutup sekitar pukul 07.00 WIB.

Penutupan akses tersebut langsung memicu reaksi warga. Pasalnya, jalur itu bukan sekadar perlintasan biasa, melainkan akses vital menuju area persawahan hingga pemakaman warga.

Sesuai pantauan jurnalis Suarakumandang.com di lokasi, sempat terjadi adu argumen antara warga dengan pihak PT KAI Daop 7 Madiun. Warga menolak penutupan karena khawatir aktivitas pertanian terganggu.

Situasi yang mulai memanas akhirnya dimediasi oleh Pemerintah Desa Bogorejo dengan mempertemukan kedua belah pihak di balai desa setempat.

Camat Barat, Ari Budi Astuti, mengatakan mediasi dilakukan untuk mencari solusi terbaik tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat maupun aspek keselamatan perjalanan kereta api.

“Mediasi dilakukan antara warga dan PT KAI Daop 7 Madiun untuk mencari kesepakatan bersama terkait keberadaan perlintasan tersebut,” ujar Ari.

Proses mediasi berlangsung sekitar tiga jam. Hasilnya, kedua pihak sepakat membuka kembali akses perlintasan kereta api yang menghubungkan Kelurahan Tebon dan Desa Bogorejo, sambil menunggu pembangunan akses jalan perlintasan baru.

Dalam kesepakatan tersebut, Pemerintah Desa Bogorejo dan Kelurahan Tebon diwajibkan menyediakan posko penjagaan perlintasan kereta api yang pembiayaannya ditanggung oleh pemerintah desa dan kelurahan.

Selain itu, operasional perlintasan dibatasi mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

Dalam poin kesepakatan lainnya disebutkan, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab operator maupun regulator.

Menurut Ari Budi Astuti, keputusan membuka kembali perlintasan diambil karena jalur tersebut menjadi akses penting bagi masyarakat Dusun Gombel.

“Perlintasan ini menjadi akses menuju area pemakaman sekaligus jalur utama aktivitas pertanian warga,” katanya.

Ia menegaskan mayoritas masyarakat setempat menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian sehingga kebutuhan petani menjadi perhatian utama pemerintah.

Meski demikian, pemerintah bersama pihak terkait tetap akan menyiapkan solusi jangka panjang agar aktivitas masyarakat tetap berjalan tanpa mengesampingkan faktor keselamatan perjalanan kereta api.

Sementara itu, Manager PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, berharap hasil kesepakatan yang telah dicapai dapat dipatuhi bersama.

“Bagaimanapun juga kami tetap mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api. Namun hasil mediasi ini diharapkan menjadi solusi bersama yang tetap memperhatikan kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Jurnalis: Tim redaksi

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *