SKI News
Perlintasan KA Bogorejo Masuk “Wishlist Prioritas” Kecamatan Barat, Dinilai Mendesak untuk Kelancaran Ekonomi Warga

Camat Barat Ari Budi Astuti bersama Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun Tohari menunjukkan surat kesepakatan terkait operasional sementara perlintasan kereta api di wilayah Desa Bogorejo–Kelurahan Tebon, Kabupaten Magetan.di Balai Desa Bogorejo, Kamis, (7/5/2026)
Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Pemerintah Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, mulai memprioritaskan pembangunan jalan perlintasan kereta api baru menghubungkan Desa Bogorejo dengan Kelurahan Tebon.
Proyek tersebut dinilai mendesak dan perlu segera mendapat perhatian pemerintah karena berkaitan langsung dengan kelancaran arus lalu lintas, keselamatan warga, hingga aktivitas perekonomian masyarakat.
Rencana pembangunan akses baru itu semakin penting setelah jalur kereta api di kawasan tersebut menggunakan sistem double track atau jalur ganda.
Kondisi tersebut membuat mobilitas kendaraan di sekitar rel kereta api semakin padat dan membutuhkan penataan akses penyeberangan lebih memadai.
Camat Barat, Ari Budi Astuti, mengatakan kepadatan arus kendaraan di wilayah Kecamatan Barat terus meningkat dalam 10 tahun terakhir, terutama di sekitar perlintasan utama sebelah barat Stasiun Magetan.
“Kalau pagi hingga malam arus kendaraan sudah cukup padat. Saat musim libur panjang maupun Lebaran, antrean kendaraan semakin meningkat. Karena itu penambahan perlintasan resmi menjadi kebutuhan mendesak,” ujar Ari, Jumat, (8/5/2026).
Saat ini, wilayah Kecamatan Barat hanya memiliki dua akses perlintasan kereta api utama, yakni di sebelah barat Stasiun Magetan dan kawasan Kelurahan Mangge.
Menurut Ari, kondisi tersebut sudah tidak sebanding dengan meningkatnya volume kendaraan dan aktivitas masyarakat di kawasan Kecamatan Barat.
Karena itu, pemerintah mulai menyiapkan pembangunan akses baru di sebelah timur Stasiun Magetan guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas.
Rencananya, jalan tersebut akan menghubungkan Desa Manjung di sekitar Puskesmas menuju Desa Bogorejo dengan melintasi rel kereta api serta area persawahan warga.
Sebagai langkah awal, pemerintah kecamatan telah meminta perangkat kelurahan melakukan pendataan lahan di wilayah timur Kelurahan Tebon nantinya terdampak pembangunan.
“Data sementara panjang jalan sekitar dua kilometer. Jalur itu melintasi rel kereta api dan area persawahan warga Desa Bogorejo serta Kelurahan Tebon dengan luas kurang lebih 40 hektare,” jelasnya.
Lebar jalan direncanakan mencapai 4 hingga 5 meter agar nantinya dapat dilalui kendaraan roda empat maupun truk pengangkut hasil pertanian.
“Saat ini lebar jalan masih sekitar dua meter. Ke depan harus diperlebar supaya aktivitas ekonomi masyarakat semakin lancar,” katanya.
Pembangunan jalan perlintasan tersebut kini masuk dalam prioritas usulan Musrenbang Kecamatan Barat dan diusulkan melalui anggaran Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun 2026.
Pemerintah juga membuka kemungkinan pembangunan akses yang lebih aman berupa flyover maupun underpass, menyesuaikan kemampuan anggaran pemerintah.
Selain mengurai kemacetan, pembangunan akses baru tersebut diharapkan mampu mendukung sektor pertanian dan program ketahanan pangan nasional karena kawasan Bogorejo dan Tebon menjadi salah satu sentra aktivitas pertanian masyarakat di Kecamatan Barat.
Jurnalis: Cahyo Nugroho.
