Connect with us

SKI News

Ponorogo 2019, Angka Kriminalitas Menurun Laka Lantas Meningkat.

Published

on

Kapolres Ponorogo, AKBP Arief Fitrianto dan Jajaran bersama jajaran saat Konferensi Pers Akhir Tahun 2019 Di Aula Mako Polres Ponorogo, Selasa (31/12/2019)

Suarakumandang.com,BERITA PONOROGO. Jelang tutup tahun 2019, Polres Ponorogo, Jawa Timur adakan pers release angka  Kriminalitas dan laka lantas di wilayah hukum Polres Ponorogo. Pers release diadakan di Aula Mako Polres Kabupaten Ponorogo siang tadi. Selasa (31/12/2019).

Kapolres Ponorogo AKBP Arief mengatakan dalam kasus kriminal diwilayah hukum Polres Ponorogo ditahun 2019 mengalami penurunan sebanyak 38 persen dibanding tahun 2018. Sedangkan kasus kriminal semakin meningkat hingga 31 persen ditahun 2019 dibandingkan tahun lalu.

“Untuk kasus kriminal tindak pidana di dominasi,  kasus penipuan, kasus pencurian, dan judi,” ungkapnya.

Masih kata AKBP Arief, untuk kasus narkoba di tahun 2019 mengalami penurunan sebanyak 32,9 persen. “Di tahun 2018 ada 96 tersangka, tahun 2019 menurun menjadi 72 tersangka, dan di dominasi oleh kasus pil double L,” terangnya.

Atas menurunnya Kasus tindak pidana yang ada diwilayah Ponorogo, AKBP Arief tak lupa mengucapkan banyak terima kasih atas peran dari masyarakat yang terus peduli terhadap lingkungan dan berpartisipasi dalam menangani hal yang menyimpang. “Kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang terus peduli terhadap lingkungan, namun Saya ingatkan agar masyarakat juga tidak main hakim sendiri terhadap pelaku kejahatan,” ujarnya.

Sementara itu kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Ponorogo mengalami peningkatan dibanding tahun 2018 yakni naik sebanyak 6,42 persen. Lalu korban meninggal akibat kecelakaan juga ikut naik sebanyak 42,86 persen. “Jumlah kejadian 716 ditahun 2018, tahun ini 762, lalu yang meninggal akibat laka lantas juga meningkat, kalau ditahun 2018 ada 91 orang, tahun ini 130 orang,” papar AKBP Arief.

Dari rincian tersebut AKBP Arief menambahkan angka laka lantas di dominasi oleh pelajar. Oleh karenanya kedepan pihak Polres Ponorogo akan terus berupaya masuk ke wilayah para pelajar untuk mencegah dan menekan angka kecelakaan yang melibatkan para pelajar. “Kita secara persuasif akan mendatangi sekolah-sekolah SMP dan SMA untuk sosialisasi, namun langkah represif juga akan dilakukan,”tegas Arief.

Selain hal itu pihaknya juga berpesan kepada seluruh orang tua pelajar agar tidak memberikan motor bagi pelajar yang masih belum memiliki SIM, apalagi belum cakap berkendara. “Kalau sayang, sebaiknya jangan dibelikan motor, itu bukan bentuk kasih sayang,” Pungkasnya.

Jurnalis:Yoga Kariem

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.