Connect with us

SKI News

Onny : Gas Pol dan Rem Pol, Strategi Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

Published

on

Bupati Ngawi  Onny Anwar Harsono

Suarakumandang.com,BERITA NGAWI. Tidak dipungkiri pandemi COVID-19 yang terjadi setahun ini, mengakibatkan keterpurukan di segala lini terutama perekonomian masyarakat. Tentunya dibutuhkan strategi khusus untuk mengatasi segala permasalahan terkait dengan pandemi COVID-19.

“Sebagaimana himbauan Pemerintah kepada Kepala Daerah yang baru dilantik adalah untuk gas pol recovery ekonomi akibat terdampak COVID-19 dan rem pol outbreak akibat lonjakan angka penyebaran COVID-19,” kata Bupati Ngawi  Onny Anwar Harsono usai sertijab yang dihadiri Guberjur Jawa Timur Khofifah Indraparawangsa di pendopo Wedya Graha Ngawi (04/03/2021).

Onny menilai strategi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)  Mikro yang diterpakan pemerintah saat ini cocok untuk konsep gas pol dan rem pol tersebut, terutama bagi kondisi daerah seperti Kabupaten Ngawi.

“Ketika terjadi out break lonjakan angka penyebaran COVID-19 sehingga menjadikan status desa tersebut menjadi merah, maka tingkatan zona terkecil atau desa tersebut saja yang harus meniadakan semua kegiatan sosial kemasyarakatan seperti hajatan, pengajian dan lain-lain. Sedangkan untuk desa yang lain, dengan status hijau tetap melakukan kegiatan seperti biasa.” Terang Onny.

Untuk kegiatan antisipasi lonjakan angka penyebaran COVID-19 di Ngawi, mulai awal bulan ini Pemkab Ngawi akan menyiapkan lembaga kuratif yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Suroto berupa  penambahan bed utk perawatan pasien COVID-19 dari 52 bed menjadi 85 bed serta ICU ditambah 6 bed. Lembaga kuratif yang lain, yaitu RS Widodo Ngawi, juga ada penambahan bed dari 12 menjadi 20-25 bed dan ICU dari 2 menjadi 4 bed.

“Untuk kegiatan testing dan tracing kita akan berupaya sendiri, tidak lagi melibatkan lab di Surabaya, karena untuk alat PCR swab sudah bisa diadakan sendiri oleh Pemkab Ngawi yang saat ini berada di Puslabkesda, ” lanjut Onny

Sementara kebijakan lain-lain yang tidak diatur dalam Permendagri, seperti  keberadaan warung angkringan di Ngawi, tidak lagi berpijak pada jam bukanya tetapi pada pola  physical distancing diantara pembelinya serta sarana cuci tangan dan  sabun di angkringan tersebut,” pungkas Onny.

Selanjutnya diharapkan penerapan PPKM mikro di Ngawi dapat berjalan sebagaimana harapan sehingga recovery ekonomi dan lonjakan penyebaran covid-19 dapat sekaligus terlaksana.

Jurnalis: Ahmad Hakimi.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.