Connect with us

SKI News

Anak Muda Magetan Gaspol, Bikin Gerakan Sosial, Bukan Cuma Konten Migunani Foundation Tancap Aksi

Published

on

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Anak muda Magetan lagi-lagi bikin gebrakan. Migunani Foundation resmi diperkenalkan sebagai gerakan sosial yang digagas putra-putri daerah, dengan misi sederhana tapi nggak main-main: bikin perubahan nyata, bukan sekadar wacana.

Berbasis di Maospati, Kabupaten Magetan, yayasan yang juga dikenal sebagai Yayasan Migunani Marang Sesami ini sudah menunjukkan kerja konkret.

Lebih dari 400 penerima manfaat telah merasakan dampaknya, dengan dukungan lebih dari 600 relawan aktif yang tersebar di berbagai kota dari Madiun Raya sampai Jabodetabek.

Di tengah tren aktivisme yang kadang berhenti di level kampanye digital, Migunani Foundation memilih jalur yang lebih “turun ke tanah”. Mereka mengusung pendekatan biopsikososial nggak cuma fokus pada fisik, tapi juga mental dan kondisi sosial masyarakat secara menyeluruh.

Gerakan ini menaungi tiga komunitas utama: Gandeng ODGJ, Teman Cita, dan Gizi Jiwa.

Gandeng ODGJ fokus menghapus stigma terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa sekaligus mendampingi proses pemulihan. Teman Cita bergerak di isu perlindungan anak dan perempuan serta pendidikan inklusif.

Sementara Gizi Jiwa menggabungkan edukasi nutrisi dan kesehatan mental dengan pendekatan ilmiah yang mudah dipahami.

Pembina yayasan, Nurisha Kitana, menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari kegelisahan anak muda yang ingin ambil peran nyata.

“Kami percaya perubahan itu dimulai dari keberanian untuk hadir dan bertanggung jawab. Anak muda daerah bukan kekurangan kapasitas, tapi seringkali kekurangan ruang,” ujarnya.

Di sisi lain, kehadiran gerakan seperti ini juga jadi “tamparan halus” bahwa perubahan sosial nggak harus nunggu dari atas.

Dari Magetan, anak muda membuktikan bahwa aksi kecil yang konsisten bisa menjalar jadi gerakan besar.

Migunani Foundation pun membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya, baik untuk individu, komunitas, hingga pemerintah daerah.

Pesannya jelas: kalau mau perubahan, jangan cuma jadi penonton ikut turun tangan.

Dari daerah, untuk Indonesia anak muda Magetan lagi nulis cerita mereka sendiri. Bukan sekadar viral, tapi berdampak.

Jurnalis: Tim Redaksi.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *