Mahasiswi Kebidanan Di Madiun Buang Bayi, Dibelakang Asrama

DALAM KARDUS: Inilah kondisi jasad bayi dibuang ibu kandung terduga mahasiswi tinggal di asrama putri. Petugas tidak lama berselang bisa mengungkap terduga pembuang bayi.

DALAM KARDUS: Inilah kondisi jasad bayi dibuang ibu kandung terduga mahasiswi tinggal di asrama putri. Petugas tidak lama berselang bisa mengungkap terduga pembuang bayi.

Madiun.Suarakumandang.com-Maryani tenaga cleaning service asrama putri saat ditempat sampah asrama Putri STIKES Bhakti Husada masuk Kelurahan Mojorejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Selasa (3/1) sekitar pukul 08.10 dikejutkan bau busuk. Alangkah terkejutnya, begitu kardus bekas air mineral dibuka, berisikan jasad bayi.

“Spontan, temuan itu saya laporkan kepada rekan kerja, selanjutnya dilaporkan ke Polsekta Taman. Saat saya akan buang sampah mencium bau busuk, jelas kaget bukan main ternyata berisi mayat bayi,” ujar Maryani. Tidak lama berselang, petugas Polsekta Taman dan Polres Madiun Kota tiba dan melakukan olah TKP.

Petugas juga meminta keterangan sejumlah saksi, hasilnya mengarah kepada terduga pembuang bayi yaitu Intan Ariani (19) mahasiswi Akademi Kebidanan Stikes Bhakti Husada Muliya Madiun asal Desa Kemiri, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo. Diduga kuat tega membuang bayi di pekarangan belakang kampusnya, karena hubungan gelap dan malu.Setelah dibuka, di dalam kardus terdapat mayat bayi berjenis kelamin laki-laki dibungkus plastik berwarna hitam. Terpisah, Kasat Reskrim Polres Madiun Kota, AKP Logos Bintoro dikonfirmasi TKP membenarkan penemuan bayi tersebut.

BACAJUGA :Mahasiswi Stikes Pembuang Bayi Adalah Warga Jenangan Ponorogo Akhirnya Jadi Tersangka

“Kami amankan IA mahasiswi semester satu menempuh pendidikan Diploma Tiga (D3) Kebidanan diduga ibu dari mayat bayi hasil hubungan gelap itu.

Belum diketahui motifnya apa. Kami masih melakukan penyelidikan, kondisi bersangkutan masih lemah dan perlu pemulihan,” ujarnya.

Kini jasad bayi dibawa ke RSUP Dr. Soedono Madiun untuk dilakukan visum et repertum. “Bayi diduga tidak lama dari penemuan, tewas akibat tidak bisa bernafas dan belum diapa-apakan,” jelasnya lagi. Basuki/Cahyo.

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.