Connect with us

SKI News

KPK Kembali “Obok-obok” Ponorogo: Tiga Rumah Digeledah, Dua Koper Dokumen Diamankan

Published

on

Personel kepolisian mengawal ketat proses membawa koper berisi dokumen penting demi menjaga keamanan dan integritas pemeriksaan.

Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO , Jumat,(28/11/2025). petang, Ponorogo kembali jadi panggung operasi senyap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tanpa banyak basa-basi, 10 penyidik tiba dengan dua mobil Innova dan langsung menggeledah tiga rumah sekaligus. Sasarannya? Mantan pejabat, kontraktor, hingga seorang anggota DPRD.

Penggeledahan pertama dilakukan di rumah Yesi Daniel Tri Baskoro, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Monumen Reog sekaligus mantan Kabid Kebudayaan Disbudparpora Ponorogo, di kawasan Perumahan Kertosari Estate. Dari lokasi ini, penyidik terlihat keluar sambil menggotong dua koper berisi dokumen yang diduga terkait proyek Monumen Reog di Sampung.

Belum cukup, KPK bergerak ke rumah Heru Sangoko, seorang kontraktor di Kelurahan Cokromenggalan. Rumah mewah itu tertutup rapat, pemiliknya tak tampak, namun penyidik tetap masuk dan membawa dua dokumen dari ruang kerja.

Sudarno, tokoh masyarakat yang diminta hadir sebagai saksi, membenarkan penggeledahan tersebut.

“Saya hanya diminta menyaksikan penyitaan dan penggeledahan. Banyak ruangan yang dicek, tapi yang diambil cuma dua dokumen dari ruang kerja Pak Heru,” ujarnya.

Tak berhenti di dua titik, KPK juga bergerak ke rumah Rellyanda Solekha Wijayanti—anggota DPRD Ponorogo dari PDI-P—di Kecamatan Sawoo. Sama seperti dua lokasi sebelumnya, pemeriksaan berlangsung tertutup dan dijaga ketat polisi.

Rangkaian penggeledahan ini diduga kuat merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Ponorogo pada 7 November 2025, terkait kasus dugaan jual beli jabatan dan proyek megah Monumen Reog senilai Rp73 miliar.

Operasi beruntun ini makin menegaskan: aroma skandal Monumen Reog belum selesai, dan KPK tampaknya belum ingin melepaskan genggamannya.

Jurnalis: Tim redaksi.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *