SKI News
Balita Hanyut di Selokan, Terseret hingga 100 Meter, Ibu Korban Menjerit

Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Seorang balita dilaporkan hanyut di selokan setelah luput dari pengawasan orang tua saat berada di lokasi tambal ban motor.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (10/4/2026) sore di Jalan Pramuka, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Korban diketahui bernama Mahiya Aurora Sadhana, balita perempuan berusia sekitar 4 tahun.
Ia tercebur ke dalam selokan dengan lebar dan kedalaman masing-masing sekitar satu meter, lalu terseret arus air sejauh kurang lebih 100 meter.
Detik-detik kejadian terekam kamera CCTV di sekitar lokasi.
Saat itu, korban tengah bersama ibu dan kakaknya menunggu proses tambal ban.
Diduga karena tidak sabar, korban berjalan sendiri dan tanpa disadari terjatuh ke dalam selokan yang tertutup air akibat hujan deras.
Ibu korban, Tantin, langsung menjerit histeris saat mengetahui anaknya hilang.
Sejumlah warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melakukan pencarian dengan membuka penutup bak kontrol di sepanjang aliran selokan.
Korban akhirnya ditemukan sekitar 50 meter dari titik awal jatuh dalam kondisi lemas dan tidak sadarkan diri.
Warga kemudian memberikan pertolongan pertama sebelum membawa korban ke rumah warga terdekat.
Salah satu saksi, Ervin Susanti, mengungkapkan bahwa saat kejadian hujan turun cukup deras hingga menutupi lubang selokan.
“Sempat minta pulang karena hujan deras, tapi belum sempat, tiba-tiba ada teriakan. Ternyata anak itu jatuh ke selokan yang tertutup air banjir,” ujarnya.
Saksi lainnya, Yahdi, mengatakan warga berupaya membuka penutup selokan untuk menemukan korban.
“Kami buka satu per satu penutup selokan, lalu terlihat tangan anak itu. Kondisinya sudah lemas, mulutnya membiru dan sempat tidak sadar,” katanya.
Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dilarikan ke RSU Aisyiyah Ponorogo di Jalan dr. Sutomo untuk mendapatkan penanganan medis.
Hingga kini, korban masih menjalani perawatan intensif di ruang UGD.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para orang tua agar selalu meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama saat berada di lingkungan berisiko.
Kelengahan sesaat dapat berakibat fatal bagi keselamatan buah hati.
Jurnalis: Tim Redaksi.
