Connect with us

SKI News

Kejar Selera Pembeli, Pedagang Kuliner Wisata Tawun Ngawi Ikuti Pelatihan Jajanan Kreatif

Published

on

Pedagang kuliner antusias ikuti pelatihan yang digelar Disparpora Ngawi di lokasi Wisata Tawun Ngawi.

Suarakumandang.com,BERITA NGAWI . Demi membantu para pedagang kuliner yang beroperasi di lokasi wisata berkembang dalam hal trend makanan masa kini, Disparpora Ngawi mengadakan pelatihan kuliner kreatif dan inovatif di area wisata Tawun kecamtan Kasreman.

Selain itu, ada gejala penurunan selera pengunjung untuk membeli jajanan atau makanan di area wisata karena kurang menariknya dagangan yang disajikan.

Pelatihan yang di gelar selama dua hari ini (07-08/10/2020), diikuti oleh para pedagang yang setiap harinya bergantung dari kunjungan wisatawan.

Taman Wisata Tawun dipilih karena tempatnya representatif, juga belum ramai pengunjung karena masa penutupan kolam renang akibat pandemi Corona.

“Kita pilih lokasi wisata Tawun sebagai tempat pelatihan pengolahan makanan ini senyampang masih sepi pengunjung dan kolam renang yang biasanya sebagai sentra daya tarik masih ditutup untuk umum, dan menjadi kesempatan untuk memberikan wawasan dan ketrampilan bagi pokdarwis dan pedagang supaya berkembang dan berkreasi,” kata Kabid Pariwisata, Disparpora Ngawi Totok Sugiarto,

Totok juga mengatakan pihaknya melakukan berbagai upaya untuk mengembangkan SDM pelaku wisata dan pedagang kuliner di tempat wisata.

“Pelatihan berupa pengolahan makanan hingga materi pengemasan dan pemasaran bagi kelompok sadar wisata ( pokdarwis) dan pedagang kuliner di tempat wisata,” terang Totok.

Dipandu oleh instruktur dari rumah kreatif Lezato Ngawi,  pelatihan pengolahan makanan ini menggunakan bahan makanan dari lokal dengan konsep kearifan lokal, namun disulap menjadi makanan yang bernilai jual lebih tinggi. Misalkan jajanan jagung yang biasa dijual berupa rebusan  atau dibakar, kini bisa disajikan atau diolah menjadi popcorn, jasuke dan lain-lain.

“Harapanya, selepas masa pandemi, wawasan ini bisa membuat para pedagang lebih kreatif dan inovatif sehingga jajanan yang disajikan lebih bervariasi dan akhirnya bisa mengikuti selera pembeli serta meningkatkan pendapatan,” tutup Totok.

 Jurnalis: Ahmad Hakimi.

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.