Connect with us

SKI News

Galian Maut di Maospati: Cari Nafkah, Nyawa Melayang

Published

on

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab dan kronologi peristiwa.

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Aktivitas galian tanah kembali memakan korban. Minggu (25/1/2026) pagi, seorang warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Jawa Ti.ur meregang nyawa setelah tertimbun longsor di lokasi galian tanah minim pengaman.

Korban diketahui bernama Suyono (47). Pagi itu sekitar pukul 08.30 WIB, ia tengah menggali tanah rencananya akan dinaikkan ke atas truk.

Namun nahas, tanah di bagian atas galian dengan ketinggian kurang lebih tiga meter tiba-tiba ambrol.

Tanpa aba-aba, longsoran langsung menghantam dan menimbun tubuh korban.

Saksi di lokasi sempat memberikan pertolongan. Korban masih dalam kondisi hidup saat berhasil dievakuasi, namun takdir berkata lain. Dalam perjalanan menuju rumah sakit, nyawanya tak tertolong.

Mendapat laporan warga, Polres Magetan melalui Polsek Maospati, dibantu Pamapta dan Tim Inafis Satreskrim, langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi, olah TKP, serta identifikasi korban.

Kapolsek Maospati AKP Vista Dwi Pujiningsih, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut korban mengalami luka serius akibat tertimpa material longsoran.

“Korban mengalami luka di bagian kepala samping kanan dan dada. Menurut keterangan saksi, korban sempat hidup setelah tertimbun, namun meninggal dunia saat perjalanan ke rumah sakit,” jelasnya.

Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

Pernyataan tersebut dituangkan secara tertulis, dan jenazah korban langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Polisi telah melakukan serangkaian tindakan, mulai dari pengamanan lokasi, olah TKP, pengumpulan barang bukti, pembuatan laporan, hingga permintaan visum di RSUD dr. Sayidiman Magetan.

Tragedi ini kembali menampar kesadaran bersama: aktivitas galian tanpa standar keselamatan bukan sekadar berisiko, tapi bisa berubah jadi jebakan maut.

Sayangnya, kejadian semacam ini kerap berulang, seolah keselamatan pekerja selalu jadi urusan nomor sekian.

Kapolsek Maospati pun mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan risiko kerja, terutama di sektor-sektor berbahaya.

“Keselamatan harus jadi prioritas utama. Jangan sampai kejadian serupa kembali terulang,” pungkas AKP Vista.

Nyawa melayang, pertanyaan pun menggantung: sampai kapan galian tanah dibiarkan tanpa pengawasan serius.