SKI feature
Jejak Panjang Ring Road Magetan–Maospati: 16 Tahun Menjahit Ruang dan Menggerakkan Ekonomi Warga

Wajah baru Twen Road: dua jalur yang siap memperlancar arus kendaraan dan menggerakkan roda ekonomi sekitar.
Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Jalan Ring Road Magetan–Sukomoro–Maospati kini mulus dan jadi andalan pengendara, ternyata menyimpan perjalanan panjang sejak 2009.
Hari ini tampak sederhana sebagai akses baru, dulunya melewati episode dengan waktu tidak sebentar.
Awal perencanaannya dimulai dari penyusunan Detail Engineering Design (DED) pertama pada 2009.
Dua tahun kemudian pekerjaan fisik baru berjalan, namun terkendala negosiasi pembebasan lahan berlangsung bertahun-tahun.
Kepala DPUPR Magetan, Muhtar Wahkid, mengingat jelas bagaimana fase itu penuh tantangan.
“DED-nya 2009, fisiknya 2011. Lama karena pembebasan lahannya berat,” tuturnya saat ditemui, Rabu (7/5/2025).

Kepala DPUPR Magetan, Muhtar Wahkid
Pembebasan lahan baru benar-benar tuntas pada 2019.
Pembangunan fisik berjalan etap demi etap menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Magetan dan dukungan APBD Provinsi Jawa Timur.
Bertahap Tapi Pasti: Total Anggaran Capai Rp 120 Miliar
Jika ditarik ke belakang, proyek ini seperti dirangkai batu demi batu.
APBD Magetan menggelontorkan sekitar Rp 60 miliar
untuk pembebasan lahan dan pembangunan fisik 6 kilometer.
Bantuan Provinsi Jawa Timur mencapai Rp 28 miliar,
kemudian berlanjut pada 2025 dengan tambahan Rp 32,1 miliar untuk segmen 1,5 kilometer.
Total keseluruhan sejak 2009 hingga 2025 mencapai Rp 120 miliar.
Akses Lancar, Wisata Menggeliat
Bagi warga Magetan, Ring Road ini bukan hanya jalan mulus.
Ia memendekkan jarak, mengurai sesak di pusat kota, dan jadi jalur cepat menuju kawasan wisata.
“Ke Sarangan nanti makin mudah. Harapannya wisatawan lebih banyak datang, ekonomi warga ikut naik,” terang Muhtar.
Suara Pengguna Jalan: Lebih Cepat, Lebih Nyaman
Perubahan paling terasa datang dari warga sendiri.
Anna Budi, warga Kabupaten Madiun, mengaku kini perjalanan ke Magetan jauh lebih efisien.
“Sekarang jalan lebar dan halus. Nggak perlu antre panjang kalau masuk kota,” ujarnya.
Slamet Riyanto, sopir truk asal Ponorogo, juga merasakan manfaat besar.
“Lewat kota dulu sempit. Sekarang lewat Ring Road lebih enak, aman, nggak ganggu jalan utama,” katanya.
Ekonomi Baru Tumbuh di Timur Magetan
Seiring terbukanya akses, wilayah timur Magetan mulai dilirik banyak pihak.
Pelaku usaha membaca peluang hadirnya pusat kuliner, hunian baru, hingga kegiatan ekonomi yang dahulu sepi.
Proyek ini melalui lima periode anggaran, tiga bupati, dan negosiasi panjang dengan ratusan pemilik lahan.
Kini, jalan dengan lebar 14 meter idanb panjang 7.5 Km tu menjadi salah satu infrastruktur terbesar yang pernah dibangun Pemerintah Kabupaten Magetan.
‘Pertigaan Mas’: Simpul Baru Makin Hidup
Dampaknya terasa hingga Maospati. Pertigaan di selatan terminal dulu biasa saja, kini hidup 24 jam.
Ada kampus Unesa, ada rencana menyulap bekas Produk Pasar Unggulan (PPU ) menjadi rest area modern, dan aktivitas warga terus bergerak.
Karena ramainya, warga menyebutnya “Pertigaan Mas”, singkatan dari Pertigaan Maospati.
Perubahan ini menjadi tanda bahwa Magetan bergerak ke arah kabupaten semakin maju, didukung pariwisata dan kerajinan lokal terus tumbuh.
Jurnalis: Cahyo Nugroho.
