Connect with us

SKI feature

Aditya Pulang dalam Peti, Tri Sutrisno Masih Dicari Usai KMP Virgo Transport 8 Tenggelam

Published

on

Jenazah Aditya Firmansyah diberangkatkan dari rumah duka menuju TPU untuk dimakamkan di Puncu, Kediri, Jumat (25/9/2026). Tangis keluarga mengiringi keberangkatan korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8.

Suarakumandang.com, BERITA KEDIRI. Jenazah Aditya Firmansyah (19), korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, akhirnya tiba di rumah duka Dusun Nanas, Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 09.55 WIB.

Tangis keluarga dan warga pecah saat peti jenazah tiba setelah dipulangkan dari Banjarmasin melalui Bandara Juanda. Rombongan membawa jenazah menggunakan sekitar tiga kendaraan.

Setibanya di rumah duka, jenazah langsung dibawa masuk untuk disalatkan. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pemakaman di TPU setempat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri Ariyanto, Kapolres Kediri bersama sejumlah pejabat utama Polres Kediri turut hadir mengikuti prosesi salat jenazah.

Aditya telah diidentifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan sebagai salah satu korban meninggal dalam kecelakaan KMP Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026).

Aditya diketahui bekerja sebagai kernet truk. Saat kecelakaan terjadi, ia berada di kapal bersama kakaknya, Tri Sutrisno (30), seorang pengemudi truk.

Kepulangan Aditya menjadi kepastian bagi keluarga. Namun, duka masih disertai penantian sebab keberadaan Tri Sutrisno hingga Jumat (25/9/2026) belum diketahui.

Sebelumnya beredar informasi Tri Sutrisno ditemukan dalam kondisi selamat. Kabar tersebut sempat memberi harapan bagi keluarga.

Namun, BPBD Kabupaten Kediri memastikan informasi itu tidak sesuai dengan data resmi dari Basarnas.

“Belum. Ternyata informasi itu keliru, tidak sama dengan laporan yang ada,” kata Ariyanto.

Ia menegaskan BPBD Kabupaten Kediri mengacu pada informasi resmi Basarnas dalam menyampaikan perkembangan pencarian korban.

“Kita lihat rilis dari Basarnas saja. Dari sini kami tidak bisa memberikan informasi. Kami satu sumber komunikasinya dari Basarnas,” ujarnya.

Ariyanto juga mengingatkan masyarakat agar mengacu pada daftar resmi hasil pencarian korban.

“Kalau tidak masuk dalam daftar, berarti belum ditemukan,” tegasnya.

Selain menerima kepulangan jenazah, keluarga Aditya juga mendapat santunan dari Jasa Raharja dan Jasa Raharja Putera dengan total Rp 70 juta.

Kepala Cabang Jasa Raharja Kediri Nur Asnawi Azis mengatakan santunan terdiri atas Rp 50 juta dari Jasa Raharja dan Rp 20 juta dari Jasa Raharja Putera.

“Jadi total santunan Rp 70 juta. Santunan tersebut diberikan kepada ahli warisnya, yaitu orang tuanya,” kata Nur Asnawi Azis.

Santunan diberikan setelah data korban diteruskan dari Banjarmasin ke Kediri dan diproses melalui kantor pusat. Dana kemudian disalurkan langsung ke rekening ahli waris.

Aditya kini telah kembali ke kampung halamannya untuk dimakamkan di Puncu.

Sementara itu, keluarga masih menunggu kepastian nasib Tri Sutrisno. Harapan mereka kini tertuju pada proses pencarian resmi Basarnas.*…

Jurnalis: Pendi.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *