Connect with us

SKI News

Suami Nikah Lagi, Ibu Dan Anak Tenggak Racun 2 Meninggal 1 Kritis

Published

on

Jasad Ibu dan anak saat masih di rumah sakit Muhhamadiyah Ponorogo,

Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Seorang ibu dan anaknya warga Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit setelah menenggak racun serangga. Sedangkan anak bungsu masih kritis dan menjalani perawatan intensiif di rumah sakit. Kamis (12/12/2019)

Korban meninggal adalah Winarsih (35) dan anaknya Irana Kasoda (8), sedangkan anak bungsu bernama Zaky (10) masih dirawat dirumah sakit umum daerah dokter Harjono Ponorogo.

Puryanti adik korban menjelaskan bahwa jasad kakak dan keponakannya sekitar pukul 16.00 WIB Kamis,(12/12/2019) sudah dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat.

 Ia mengatakan bahwa korban selama ini memang dikenal tertutup dan pendiam. “Ini masalah rumah tangga, kemungkinan depresi karena ditinggal nikah sama suaminya,”kata Puryanti adik korban.

“Sudah lama, sekitar ada 15 tahun ditelantarkan oleh Sukron Candani suaminya. Bahkan korban sering mengeluh ditelantarkan oleh suaminya,”jelas Puryanti.

Lanjut Puryanti, bahkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari Puryanti sering mengirim uang ke korban. “Selama ini yang transfer untuk biaya anak-anak itukan saya, mulai dari makan semua yang mencukupi saya,”papar Puryanti.

“Status korban hingga sampai saat ini masih status sah menjadi istrinya, suaminya bekerja sebagai arsistek di yogyakrata,” terang Puryanti.

Sesuai keterangan dari sejumlah warga sekitar, sebelum ditemukan meninggal dunia akibat menenggak racun serangga. Korban pernah melakukan percobaan bunuh diri dengan menenggak racun pembasmi serangga namun berhasil digagalkan. Hingga kini pihak rumah sakit terkait penyebab ibu dan anak meninggal dunia serta satu korban kritis akibat menenggak racun masih menunggu hasil uji LAB untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

Fika Krisnawati Humas RSU Muhammadiyah Ponorogo menjelaskan pihaknya masih menunggu hasil uji LAB untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. “sesuai informasi dari dokter yang melakukan perawatan,  kemungkinan dari cairan seperti pestisida obat racun serangga. Sedangkan anaknya yang masih hidup kondisinya lebih baik dari pada saat dibawah kesini. Dan rencana nanti kami akan rujuk ke rumah sakit dokter Harjono,”kata Fika.

Sementara itu, usai menjalani autopsi di rumah sakit umum Muhamadiyah Ponorogo jasad ibu dan anak langsung dibawa kerumah duka untuk disemayamkan dan dimakamkan.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.