Connect with us

SKI News

SP3T Atasi Kesulitan Petani Paska Panen di Musim Penghujan

Published

on

Dari kiri Sucipto Kadiperindag, Mujiono Kades Krajan, Suprawoto Bupati Magetan, Sumsuri Ketua Gapoktan Sejatera saat melihat sejumlah peralatan mesin di SP3T di desa Krajan, kecamatan Parang .Foto: Cahyo Nugroho

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Suprawoto Bupati Magetan meresmikan fasilitas Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu (SP3T) yang berupa mesing pengering padi dan mesin penggiling padi.   SP3T terletak di Desa Krajan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Sabtu (28/12/2019).

Suprawoto mengatakan pihaknya berharap dengan adanya SP3T ini akan membantu para petani saat paska panen sehingga kedepan bisa menikmati hasil panennya cepat dengan baik.

“Karena selama ini kelemahan dari sektor pertanian, khususnya petani padi yaitu pada  paska panen jadi, saya berharap dengan adanya SP3T ini para petani di Magetan dapat teratasi khususnya harga jual,”ujar Suprawoto kepada jurnalis suara kumandang.

Lanjut Suprawoto,  membayangkan biasanya petani selama ini habis dari sawah memanen padi kemudian langsung dijual. “Dalam hal ini yang paling menguntungkan kalau bicara bisnis itu adalah yang terakhir yaitu pedagang,”kata Suprawoto.

“Untuk mengatasi hal tersebut, permasalahan paska panen ini harus “dipotong” . Salah satu cara memotongnya dengan  ini (SP3T-red). Padi yang basah dari sawah bawa ke sini (SP3T-red) langsung bisa jadi beras premium,”terang Suprawoto.

Masih kata Suprawoto, dengan adanya fasilitas mesin pengering dan penggiling padi di SP3T dengan kapasitas 6 sampai 10 ton ini, kira-kira hanya butuh waktu 12 sampai 15 jam untuk menjadi beras. Padi  yang awalnya datang dengan kondisi basah yang baru panen dari sawah bisa langsung diproses agar menjadi beras.

Sementara itu, Samsuri ketua Gabungan Petani (Gapoktan) Sejahtera mengungkapkan pihaknya membuat fasilitas SP3T ini tujuan untuk menyederhanakan alur pemasaran produksi hasil pertanian, padi khususnya.

“Dari hulu sampai hilir, jadi dengan adanya SP3T ini nanti dikelola secara bersama sama atau mengkorporasikan petani,”kata  Samsuri kepada jurnalis suara kumandang.

Samsuri mengungkapkan latar belakang dibukanya SP3T ini dikarena jatuhnya harga gabah ketika panen raya dimusim penghujan.

“Kesulitan petani yaitu dipaska panen. Karena saat musim penghujan petani susah untuk menjemur hasil panen , keduanya petani harus segera punya modal untuk mengerjakan sawahnya lagi. Dari situlah  petani tidak memiliki harga jual dan akhirnya harga gabah turun karena keburu untuk modal mengerjakan sawahnya lagi,”papar Samsuri.

Di harapakan dengan adanya SP3T ini dapat menanggulangi permasalahan petani di paska panen dimusim penghujan. Disini petani usai panen dimusim penghujan tidak perlu repot menjemur padi. Dengan adanya SP3T ini petani cukup membawa padi basah mereka ke lokasi mesin SP3T untuk langsung diproses menjadi beras.

“Tidak lebih dari satu hari usai mengurus admintrasi petani bisa langsung menerima hasil jualnya dengan harga pada umumnya. Rata-rata mesin di SP3T ini mampu menampung 6 sampai 12 ton perhari, dalam hal ini jika ada petani yang kesulitan permodalan pihak kami siap untuk memijami,”pungkasnya.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.