Connect with us

SKI News

Sat Narkoba: Bekuk Pengedar Obat dan Sabu

Published

on

DITANYA: Kapolres Madiun AKBP Eddwi Kurniyanto tengah menanyakan kepada sejumlah tersangka pengedar obat-obatan terlarang dan pengguna sabu didampingi Kasat Narkoba AKP Agung Darmawan.

Suarakumandang.com,BERITA MADIUN. Sat Narkoba Polres Madiun kurun Juli 2020-September 2020, menangkap sejumlah pengedar dan pemakai obat-obatan terlarang, disertai sejumlah barang bukti berupa pil dobel L dan sabu. Mereka sebagian sedang proses hukum di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Madiun atau berada di Lapas.

Diawali, RRM (24) warga Desa Bakulan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, 19 Juli 2020 lalu, menangkap seorang tersangka pengedar pil dobel L. Barang bukti diperoleh 1.000 butir pil dobel L, uang hasil penjualan Rp 1,1 juta,  dan lainnya.

“Dari tersangka RRM berkembang ke pengedar lain yaitu TSY (21) dan ERI (18) juga warga Desa Bajulan. Dari TSY disita barang bukti pil dobel L 80 butir, uang Rp 200 ribu, sedangkan dari ERI disita pil dobel L 365 butir atau total 1.445 butir pil dobel L,” jelas Kapolres Madiun AKBP Eddwi Kurniyanto didampingi Kasat Narkoba AKP Agung Darmawan, Rabu (09/09/2020).

 Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 197 ayat (1) dan atau pasal 196 ayat (1) UURI Nomir 36/2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun.

Berikutnya, Sat Reskoba Polres Madiun, 19 Agustus 2020 lalu sekitar pukul 17.00, menangkap’ ACJ (48) warga Desa Kuwu, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun. Penangkapan didekat toilet area SPBU Balerejo masuk Desa Jerukgulung, Kecamatan Balerejo.

Diawali, kecurigaan petugas terhadap seseorang sekitar toilet SPBU, diamati dan terlihat mengambil suatu dari dekat toilet. Petugas curiga langsung menangkap dan memeriksa tersangka ACJ, didapati satu bungkus Freshcare didalamnya terdapat 1 (satu) plastik klip bening berisi serbuk kristal warna putih diduga sabu berat bruto 0,26  gram.

Tersangka dijerat pasal 112 ayat (1) dan/ atau pasal 127 ayat (1) huruf a UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman

pidana penjara 4-12 tahun. Lalu, 3 September 2020 sekitar pukul 12.30 lalu, menangkap KWN (22) warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.

Dari tangan KWN disita pil dobel L sebanyak 160 butir disimpan dalam tas plastik dikemas per plastik kecil berisi 20 butir, ponsel, uang dan lainnya. Tersangka dijerat pasal 197 ayat (1) dan atau pasal 196 ayat (1) UURI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Jurnalis: TM/Agus Basuki.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.