SKI News
Pembukaan Grebeg Suro, 4 Mahasiswa IAN Ponorogo Asal Papua di Undang Khusus oleh Bupati

FOTO BARENG: 4 Mahasiswa IAIN asal Papua foto bareng bersama Bupati Ponorogo, Dandim, Kapolres di rumah dinas Bupati Ponorogo
SuaraKumandang.com, BERITA PONOROGO. Pembukaan Grebeg Suro Dalam Rangka Hari Jadi Ponorogo Ke 523, di Alun-alun Ponorogo Rabu Malam, (21/08/2019) berjalan dengan lancar dan cukup meriah.
Dalam acara agenda tahunan ini sebelum dilakukan pembukaan Grebeg Suro 4 Mahasiswa Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo asal Papua mendapat undangan khusus dari Bupati Ponorogo Ipong Muchlisoni untuk makan malam bersama Dan ikut menyaksikan Pembukaan Grebeg Suro di Meja VVIP.
“Kita sedang merayakan Hari Proklamasi dan dengan situasi nasional seperti ini, maka saya undang mereka,”ujar Bupati Ponorogo Ipong Muchlisoni.
Usai makam bersama dirumah dinas bupati Ponorogo, selanjutnya menuju panggung Agung di alun –alun Ponorogo.
Acara diawali dengan kirab piala presiden dan piala suromenggolo yang bakal di perebutkan oleh para 37 group yang ikut festival Reyog Besar Dan Reyog Mini.
Secara simbolis ajang Grebeg Suro di buka dengan penyerahan ebyek Jathil Kepada Penari Jhatil oleh Bupati Ipong Dan Istri.
Pembukaan Grebeg Suro yang di isi dengan tarian tradisional asli Ponorogo, penampilan Sendratari Yang menceritakan Ki Ageng Kutu, dan tarian-tarian Karya seniman Ponorogo serta di akhiri dengan drama kolosal tari Reyog yang dibawakan oleh adik-adik dari SMP 1 Kauman. Selanjutnya kembang api pun menghiasi langit Ponorogo diakhir acara tersebut.
Dalam sambutan pembukaan Grebek Suro Bupati Ipong menyampaikan rasa terima kasihnya Kepada seluruh pihak yang terlibat dalam acara pembukaan Grebeg Suro dan para tokoh pelestari Reyog.
“Saya ucapkan terima kasih Kepada seluruh pihak yang telah mensuport kegiatan Grebeg Suro, dari Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan melalui Indosiana, Dan para tokoh seniman Reyog,” ujar Ipong.
Dalam pembukaan Grebeg Suro Bupati Ponorogo mempersilahkan berdiri Kepada 5 Mahasiswa Asal Papua untuk diberikan semangat Dan Support serta tepuk tangan dari hadirin.
“Papua itu Indonesia, Indonesia itu Kita, kita senang dan welcome Kepada mereka kita semua sama, sama-sama Indonesia,” bangga Ipong.
Sontak ke 5 mahasiswa asal papua yang berdiri dengan pakaian penadon reyog itu merasa tersanjung dan terharu, karena dengan konflik yang terjadi di papua beberapa hari terakhir ini, bupati dan masyarakat ponorogo tetap welcome dan menyambut mereka serta membesarkan hati mereka dalam rasa persatuan dan kesatuan.
Para Mahasiswa itu merasa sangat senang bisa menimba ilmu di Ponorogo. Mereka juga berharap Konflik di Papua beberapa waktu lalu menjadi yang terakhir Terjadi.
“Kami merasa senang di Ponorogo, kami berharap konflik kemarin yang terakhir dan tidak terjadi lagi,” pungkas Baharudin Kasirau, salah satu mahasiswa asal Papua yang kuliah di IAIN ponorogo.
Tentu dengan hal tersebut Grebeg Suro tahun 2019 ini selain lebih meriah dan menggembirakan juga penuh pesan persatuan dan kesatuan bangsa, dan Ponorogo pada kesempatan ini lebih terlihat maju, berbudaya dan religius.
Jurnalis: Yoga Kariem (Magang).
