Ngeri! Jutaan Nyamuk Serang Warga Magetan

Kasmiyati warga  warga RT 2 RW 4 Dusun Tugu, Desa Mojopurno, Magetan,

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN.Jutaan nyamuk membuat warga dusun Tugu, Desa Mojopurno, Kabupaten Magetan, Jawa Timur resah. Pasalnya binatang penghisap darah ini setiap menjelang Magrib sangat agresif menyerang warga setempat. Diduga munculnya jutaan nyamuk ini dari aliran sungai yang mengandung limbah B3 akibat sisa produksi industry penyamakan kulit.

“Ukuran nyamuk seperti nyamuk pada umumnya, akan tetapi kalau sebelum Magrib tiba nyamuk-nyamuk itu sudah datang dengan jumlah yang sangat besar . Suaranya seperti pesawat tempur, jadi warga sini menyebutnya nyamuk pesawat tempur,”kata Kasmiyati warga  warga RT 2 RW 4 Dusun Tugu, Desa Mojopurno, Magetan, Rabu (17/10/2018).

Pasukan Nyamuk itu datang saat menjelang Magrib hingga pagi dini hari. Warga resah dan tak nyaman karena kedatangan mereka (nyamuk,red) dengan jumlah besar disertai suara nyamuk seperti pesawat tempur.

“Masuk kerumah-rumah warga, gigitannya sangat menyakitkan dan bisa menimbulkan bentol bentol,”kata Kasmiyati sambil menujukan luka akibat digigit nyamuk beberapa hari lalu.

Dijelaskan pula, kondisi  nyamuk ini terjadi sejak  2 bulan terakhir ini.”Biar nggak digigit nyamuk, kalau pas tidur itu saya pakai obat  pelumas anti naymuk, sedangkan kalau pakai obat nnyamuk bakar tidak mempan mas,”ungkapknya.

Bahkan pernah dilakukan fogging di sekitar kawasan tersebut, akan tetapi malamnya mereka kembali menyerang warga.”Selama ini warga sini kalau malam tiba memasang nyamuk bakar atau menyemprotkan cairan pembasmi nyamuk, mereka akan terhalau.

Namun, begitu obat nyamuk bakar padam, atau aroma cairan pembasmi nyamuk aromanya habis, maka jutaan nyamuk itu kembali mencari sasaran penduduk setempat.

Aliran sungai terhenti airnya, yang mengandung limbah B3 dan menebarkan bau busuk akibat dari sisa produksi industry penyamakan kulit

Dalam hal ini dikawasan dusun Tugu, Desa Mojopurno terdapat sungai yang berfungsi pembuangan limbah industry penyamakan kulit.

Selain diserang pada malam hari , sungai Kidul demikian warga memberi nama, terdapat sungai yang menjadi tempat pembuangan limbah industri penyamakan kulit.

Limbah yang melalui jalur sungai menebarkan aroma busuk dan menyengat dan menyebabkan rusaknya ekosistem. Diduga, pasukan nyamuk muncul dari aliran sungai tersebut.”Karena sebelum adanya limbah itu tidak ada nyamuk seperti ini,”katanya.

Tak jauh dari Dusun Tugu terdapat Dusun Mandiro dan Dusun Panasan. Kedua dusun itu dikenal sebagai tempat industri penyamakan kulit yang membuang limbah beracunnya ke sungai yang membelah Dusun Tugu.

Warga berharap agar pihak pemerinytah kabupaten  Magetan turun mengatasi serangan nyamuk yang jumlahnya sangat banyak, akibat dari sungai yang aliran airnya tidak berjalan dan mengandung limbah sisa produksi penyamakan kulit.

“Setiap hari kami tak hanya diserang jutaan  nyamuk. Tapi, kami  juga menghirup aroma busuk dan menyengat dari limbah penyamakan kulit,” kata warga sekitar. Cahyo.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.