Connect with us

SKI News

Magetan Positif COVID-19 Tambah 3, Dua Dari Jakarta

Published

on

Saif Muchlissun Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Magetan, Jawa Timur 

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Minggu (10/5/2020) Kabupaten Magetan, Jawa Timur kembali menambah angka terkonfirmasi positif COVID-19 berjumlah 3 orang. Penambahan itu 2 berasal pekerja di Jakarta pulang ke kampung halaman atau Kabupaten Magetan, sedangkan satu lagi istri dari terkonfirmasi positif COVID-19 sebelumnya.

Saif Muchlissun Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Magetan, Jawa Timur  sekaligus juru bicara  penanganan COVID- 19 Magetan mengatakan tambahan 3 hari ini  jumlah kumulatif positif COVID-19 di Kabupaten  Magetan menjadi 53 orang

“Kedua orang terkonfirmasi positif COVID -19 datang dari DKI Jakarta, dirawat di RSUP Jatim dr Soedono di Kota Madiun. Sedangkan, satu lagi menjalani isolasi mandiri ketat dirumahnya,” ujar Saif juga menjabat Plt Kabag Humas dan Protokol kabupaten Magetan.

Ia menyatakan pasien ke-51 (48) laki-laki warga Kecamatan Karas, sebelumnya berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) datang dari DKI Jakarta. Lalu, pasien ke-52 (45) laki-laki warga Kecamatan Maospati, juga datang dari DKI Jakarta dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Pasien ke-53 (40) perempuan warga Kecamatan Karas, istri dari pasien ke-33 hingga saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUP Jatim dr Soedono. Sedangan pasien ke-33  dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19 sejak 27 April 2020 lalu,

“Sedangkan istrinya pasien ke-53  karena yang bersangkutan tanpa gejala dan keadaan tubuh sehat segar bugar maka saat ini masih isolasi mandiri di rumahnya yang berada di wilayah kecamatan Karas untuk menjalani isolasi mandiri di rumah,” terang Saif Muchlissun.    

Mengetahui hal tersebut, Tim Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Magetan langsung bekerja seperti melakukan phisical distanching, penutupan jalan dan pembatasan-pembatasan lain di area pasien 51,52 dan 53

Pemerintah kabupaten Magetan kembali berpesan kepada segenap warga jangan jauhi dan jangan kucilkan penderita beserta keluarganya.

“Mari kita selalu berperilaku hidup bersih dan sehat, sesering mungkin cuci tangan dengan sabun di air mengalir, tetap tinggal di rumah, bekerja, belajar dan beribadah tetap di rumah. Selalu bermasker bila terpaksa keluar rumah,”terangnya.

Kinilah saatnya kita untuk saling menguatkan bukan saling menyalahkan. “Mari kita bersama memutus mata rantai covid-19 dengan  tetap jaga hubungan sosial dengan memperhatikan protokol kesehatan. Jaga jarak atau lakukan phisical distancing, hindari kerumunan.,”pungkasnya.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.