Connect with us

SKI News

Lewat Kepanduan, Pramuka Magetan Tanamkan Nilai Kebangsaan Jangan Cuma Seremonial

Published

on

Usai acara, Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti menegaskan komitmen penguatan karakter generasi muda dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Gerakan Pramuka Kabupaten Magetan yang digelar di Pendopo Surya Graha, Rabu (4/2/2026).

Suarakumandang.com. BERITA MAGETAN. Di tengah tantangan zaman makin kompleks dan generasi muda hidup serba cepat, Gerakan Pramuka kembali ditegaskan sebagai ruang penting pembentukan karakter.

Mengusung tema Transformasi, Akselerasi, dan Berinovasi, Pramuka dituntut tak sekadar hadir dalam upacara, tapi benar-benar relevan dengan realitas generasi hari ini.

Komitmen itu digaungkan dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Gerakan Pramuka Kabupaten Magetan digelar di pendopo Surya Graha, Rabu (4/2/2026).

Forum ini bukan hanya ajang rutinitas lima tahunan, tapi mestinya jadi momen bercermin: sejauh mana Pramuka masih punya daya tarik dan dampak nyata bagi generasi muda.

Ketua Harian Kwartir Cabang Pramuka Magetan, Saif Muchlisun, menyebut Muscab sebagai forum tertinggi di tingkat cabang untuk mengevaluasi program kerja sebelumnya.

Evaluasi ini penting, mengingat tantangan Pramuka hari ini bukan sekadar soal keaktifan, tetapi juga relevansi.

“Program awal perlu dilihat kembali, apakah masih menjawab kebutuhan zaman atau hanya berjalan karena kebiasaan,” isyaratnya.

Sementara itu, Sekretaris Kwartir Daerah Jawa Timur, Bambang Suyanto, mengingatkan bahwa organisasi kuat tak cukup bertumpu pada semangat dan atribut.

Tata kelola yang baik, kepemimpinan visioner, serta keputusan yang bijaksana menjadi kunci agar Pramuka tidak tertinggal.

“Saya mengajak seluruh peserta muscab untuk benar-benar menghidupkan semangat kebersamaan, agar keputusan diambil bukan sekadar formalitas, tapi keputusan bersama yang punya arah,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran kwartir dalam menjalin hubungan dengan Majelis Pembimbing Cabang (Mabincab).

Menurutnya, sinergi dengan pemerintah daerah harus dibangun secara sehat bukan sekadar administratif agar program Pramuka benar-benar selaras dengan kebijakan pembangunan, bukan hanya numpang nama.

Di sela Muscab, penghargaan diberikan secara simbolis kepada kwartir dan gugus depan yang dinilai aktif dan potensial. Kwarran Ngariboyo dinobatkan sebagai Kwarran Tergiat.

Untuk kategori Gugus Depan Potensial, MIN 16 Magetan unggul di tingkat Siaga, SMPN 1 Sukomoro di tingkat Penggalang, dan MAN 2 Magetan di tingkat Penegak.

Penghargaan ini diharapkan tak berhenti sebagai pajangan, tetapi menjadi pemantik bagi kwartir dan gugus depan lain agar lebih serius menghidupkan Pramuka bukan sekadar ramai saat lomba atau apel besar.

Jurnalis: Tim Redaksi.