Connect with us

SKI News

Jembatan Bailey Ambrol Diterjang Banjir, Dua Pemotor Terluka di Bungkal Ponorogo

Published

on

Kondisi jembatan di Ponorogo usai insiden dua orang terperosok ke bawah jembatan dan mengalami luka-luka. TNI bersama petugas BPBD Ponorogo sigap melakukan evakuasi dan penanganan di lokasi kejadian.

Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Jembatan Bailey menjadi penghubung dua desa di Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, ambrol diterjang banjir, Kamis (5/2/2026) dini hari lalu.

Insiden ini menyebabkan dua pengendara sepeda motor terjatuh, satu di antaranya mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Jembatan menghubungkan Desa Nambak dengan Desa Koripan tersebut ambruk secara tiba-tiba saat dilintasi kendaraan.

Dua korban diketahui bernama Sri Winih dan Ani Wijayanti. Keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit setelah terperosok akibat jembatan runtuh.

Petugas gabungan dari BPBD, TNI, serta Polsek Bungkal langsung turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan pengamanan.

Jembatan Bailey berada di Desa Nambak itu memiliki tinggi sekitar 10 meter, panjang 20 meter, dan lebar hanya 2 meter.

Menurut keterangan warga, sebelum ambrol, kondisi jembatan sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

Retakan pada struktur jembatan terlihat jelas sejak lama, namun belum ada penanganan serius dari dinas terkait.

Padahal, jembatan yang berada di atas Sungai Pelem ini disebut sudah mengalami kerusakan sejak sekitar tiga tahun lalu.

Waktu jembatan roboh tidak terdengar suara apa-apa. Ini jembatan penghubung Desa Bekare sama Nambak, jalan poros.

“Sekarang warga harus muter jauh, sekitar dua kilometer,” ujar Alfian Dwi, warga setempat.

Dari hasil pemeriksaan sementara, korban terjatuh karena tidak menyadari jembatan sudah runtuh.

Kondisi diperparah dengan minimnya penerangan di lokasi, sehingga pengendara tidak bisa melihat kerusakan jembatan pada malam hari.

Kapolsek Bungkal AKP Anwar Fatoni menjelaskan, peristiwa terjadi sekitar pukul 03.30 WIB.

“Satu korban sudah diperbolehkan pulang, sementara satu korban lainnya masih dirawat di RSU Aisyiyah. Korban mengalami luka cukup parah, patah tangan sebelah kiri,” jelasnya.

Akibat putusnya jembatan tersebut, arus lalu lintas warga terganggu.

Pengguna jalan kini harus memutar sejauh kurang lebih dua kilometer. Untuk mencegah jatuhnya korban tambahan, warga bersama petugas menutup akses menuju jembatan menggunakan alat seadanya.

Hingga kini, jembatan masih ditutup total dan menunggu langkah penanganan lebih lanjut dari pihak terkait.

Jurnalis:Tim Redaksi.