SKI News
Kesal Diselingkuhi, Suami Hancurkan Rumah

Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Seperti layaknya sinetron gagal dalam percintaan. Sebuah bangunan rumah seluas 98 meter persegi di Desa Pengkol, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur dirobohkan paksa dengan alat berat. Pasalnya bangunan rumah tersebut dirobohkan karena sang suami yang merantau di negeri gingseng Korea Selatan kedapatan istrinya selingkuh dengan pria lain.
Suami (HM) yang saat ini masih merantau di Korea Selatan rela menyewa alat berat untuk menghancurkan rumah impiannya lantaran sakit hati karena cintanya dikhiyanati oleh (NW) yang tak lain adalah istrinya sendiri.
Sesuai pantauan jurnalis suara kumandang, proses penghancuran rumah menjadi tontonan warga sekitar. sabtu (07/03/2020).
Sarmin warga setempat mengatakan bahwa, rumah milik HM tersebut sudah dibangun lima tahu lalu, pasutri ini sudah menikah selama 15 tahun dan dikaruniai dua orang anak yang kini sudah beranjak dewasa.
”Rumah ini dirobohkan, ceritanya suami kerja di korea dan istrinya yang dirumah selingkuh sama laki-laki lain, ya kemungkinan suaminya sakit hati karena susah-susah cari duit yang dirumah semacam itu lah dan akhirnya dibongkar,” jelasnya.
Sebelum rumah dihancurkan dan diputuskan untuk berpisah, warga dan perangkat desa sering melakukan mediasi dengan HM agar rencananya menghancurkan rumah dibatalkan, mengingat ia memiliki dua anak yang dapat memiliki rumah tersebut.
Sunoto Kepala Desa Pengkol menjelaskan bahwa dari mediasi warga tidak ada titik temu, HM akhirnya memilih memghancurkan rumah tersebut, termasuk merelakan istri dimadu kasih oleh pria idaman lain. “Sebetulnya dari pihak desa itu tidak menginginkan rumah itu dihancurkan karena dua anaknya. Rumah beserta tanah itu dapat diberikan kepada anaknya, tapi dari pihak HM menolak,” terangnya.
Masih kata Sunoto, sebelum perobohan rumah, sang istri diberi pilihan oleh HM. NW dapat membeli rumah tersebut dengan separoh dari nilai bangunan atau NW bisa membeli tanahnya yang nanti uang hasil transaksi akan diberikan kepada kedua anak HM dan NW. Tapi karena NW tidak ada dana untuk membeli rumah, HM dengan emosinya memutuskan untuk menghancurkan rumah yang sudah dibangunya.
Meski sempat disesalkan warga, namun penghancuran rumah senilai ratusan juta ini tetap berlangsung hingga rata dengan tanah dengan diawasi polisi. Sementara kedua anak pasutri tersebut kini tinggal bersama nenek mereka.
Jurnalis: Cahyo Nugroho.
