Ipong : Belanda diharapkan Menjadi Pioner Reyog di Eropa

Ganongan saat tampil di belanda

Suarakumandang.com,BERITA PONOROGO. Ipong Muchlisoni Bupati Ponorogo hadri dalam undangan Embassy Festival oleh KBRI  Di Deenhaag, Belanda. Dalam undangan Ipong bersama istri dan rombongan lainnya selama 10 hari sejak tanggal 6 sampai 16 September 2019.

“Saya sudah berbicara dengan atase Pendidikan Dan Kebudayaan KBRI agar nantinya seni Reyog Di ajarkan di beberapa kegiatan di sekolah-sekolah yang ada di Belanda. Sehingga diharapkan 1-5 tahun kedepan Reyog bisa dimainkan oleh orang-orang di Belanda,”ujar Ipong.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlisoni berharap Negeri DAM, bisa menjadi pioneer Reyog di Eropa

“Jadi ini jhatil-jhatil yang ada di Belanda yang sudah dua bulan ini kita berikan latihan, mereka akan Jadi Pinoner-pioner JhatildDi Belanda,” Tutur Ipong, Kepada jurnalis Suara Kumandang.

Ipong menambahkan Belanda nantinya akan menjadi negara pioner di Eropa yang mengembangkan Kesenian Reyog. “Mudah-mudahan negeri Belanda menjadi hap atau tempat berkembangnya Reyog di Eropa,” ungkapnya.

Sebagai informasi embassy festival berisi berbagai kegiatan kebudayaan, mulai dari sarasehan, seminar, pertukaran budaya dan masih banyak lagi.

Dalam acara itu reyog Ponorogo tampil tiga kali. Dua kali di kota Den haag dalam bentuk reyog festival karena tampil di dalam gedung. Yang kedua penampilan reyog obyok di jalanan, dihadapan masyarakat ibukota negera tersebut.

Dalam gebyak Reyog di Belanda Pemerintah Kabupaten  Ponorogo sengaja melibatkan orang-orang  Belanda untuk bermain Reyog.

Total ada 34 pemain yang tampil, 14 orang dari Ponorogo dan 20 orang dari Belanda. Mereka sebelumnya sudah latihan dipandu lewat Video. Mendekati acara dikirim pelatih untuk finalisasi sebelum main.

Kumudian dari Ponorogo Ada  23 orang, 14 merupakan seniman reyog dan sisanya pejabat Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

Semua akomodasi dan transportasi selama di Belanda ditanggung oleh pihak KBRI. Sedangkan tiket pesawat dari Indonesia ke Belanda ditanggung oleh Pemerintah kabupaten  Ponorogo. Bahkan demi seni kesenian Reyog Ponorogo tampil di negeri kincir sebagian undangan yang ikut ke Belanda menggunakan  biaya sendiri.

Jurnalis: Yoga Kariem (Magang).

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.