SKI News
Bupati Magetan Sidak ke Telaga Sarangan, Longsor Masih Mengintai

Sidak di Telaga Sarangan. Bupati Magetan turun lokasi, jalan lingkar ditutup sementara. Longsor belum pamit, keselamatan jadi taruhan.
Suarakumandang.com. BERITA MAGETAN. Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti akhirnya turun langsung ke kawasan Telaga Sarangan.
Sidak dilakukan menyusul longsor talud yang mengancam keselamatan pengunjung sekaligus memaksa penutupan sementara jalan lingkar Sarangan, jalur vital pariwisata yang selama ini menjadi denyut ekonomi warga.
Langkah tersebut diambil usai rapat bersama sejumlah SKPD terkait. Pemerintah daerah ingin memastikan kondisi lapangan tetap terkendali, meski fakta di lapangan menunjukkan ancaman longsor belum sepenuhnya menjauh dari ikon wisata andalan Magetan itu.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Magetan, Cahaya Wijaya, mengatakan Bupati sengaja melihat langsung lokasi longsor guna memastikan aspek pengamanan dan akses masyarakat.
“Tadi pagi setelah rapat dengan SKPD terkait kondisi Sarangan, Ibu Bupati melihat langsung lokasi longsor di Telaga Sarangan,” ujar Cahaya.
Ia menjelaskan, akses masyarakat di wilayah Ngluweng masih dapat dilalui, namun dengan pembatasan ketat melalui jalur timur–utara.
Sementara untuk penanganan jangka pendek dan darurat, pemerintah daerah mendorong koordinasi lintas instansi, mulai dari Dinas PUPR, BBWS, BPBD Provinsi, hingga Perhutani.
Sidak tersebut turut dihadiri Sekda, BPBD, Dinas Pariwisata, Camat, serta Lurah Sarangan. Jalan lingkar Sarangan pun diputus sementara demi meminimalkan risiko lanjutan.
“Jalan ditutup sementara. Pihak terkait diminta standby di lokasi, baik BPBD, lifeguard, petugas pariwisata, Dishub untuk pengaturan arus pengunjung, maupun pihak kelurahan,” imbuh Cahaya.
Penutupan jalur ini dilakukan bukan tanpa alasan. Talud yang longsor masih berpotensi melebar, dan setiap keterlambatan penanganan dapat berubah menjadi ancaman serius bagi keselamatan. Namun di sisi lain, situasi ini kembali memunculkan ironi klasik di Sarangan: pejabat ramai turun lokasi, sementara solusi cepat masih dinanti.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kelurahan Sarangan, Hadi, mengungkapkan bahwa sebelum sidak berlangsung, telah digelar rapat tertutup (RPT) yang membahas persoalan Sarangan bersama sejumlah OPD.
“Ya, sebelum sidak ada rapat khusus membahas permasalahan Sarangan dengan OPD terkait. Rencananya koordinasi dengan BBWS dan BPBD Provinsi untuk penanganan darurat,” ujar Hadi.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan posisi kelurahan yang berada di pinggir lingkar kewenangan. Menurut Hadi, pengelolaan Telaga Sarangan dan perawatannya sepenuhnya berada di tangan instansi teknis.
“Kalau dari kelurahan, kami hanya mengikuti pihak yang berwenang dalam pengelolaan telaga dan perawatannya. Yang kompeten itu BBWS, Dinas Pariwisata, dan BPBD,” katanya.
Peran kelurahan, lanjut Hadi, sebatas mengkondisikan wilayah dan memfasilitasi koordinasi. Sementara keputusan teknis hingga eksekusi penanganan darurat berada di level atas.
Ironisnya, di tengah status Sarangan sebagai ikon pariwisata Magetan, rantai kewenangan yang panjang justru membuat respons terasa lamban.
Talud sudah longsor, jalan ditutup, aktivitas wisata terganggu namun masyarakat kembali disuguhi rapat demi rapat.
Sidak Bupati pun diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Publik menunggu tindakan konkret, bukan sekadar catatan dinas.
Sebab Sarangan bukan hanya etalase wisata, melainkan juga cermin tata kelola daerah: cepat menyelamatkan, atau sibuk saling lempar kewenangan.
Jurnalis: Cahyo Nugroho
