SKI News
Rusuh di Stadion Yosonegoro Magetan: Suporter MPFC Bikin Uji Coba Rasa “Festival Lempar-Lemparan”

Asap emosi mulai naik, tribun bergolak. Suporter saling dorong, wasit angkat alis, dan laga Persemag vs MPFC di Stadion Yosonegoro resmi bubar sebelum cerita jadi lebih panjang.
Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Pertandingan uji coba Persatuan Sepak Bola ( Persemag ) Kabupaten Magetan vs Madiun Putra FC (MPFC) di Stadion Yosonegoro, Sabtu (29/11/2025), mendadak harus dihentikan.
Bukan karena cuaca buruk, bukan karena wasit sakit perut, tapi karena oknum suporter MPFC tiba-tiba “ristart otaknya” dan masuk lapangan seolah-olah ikut audisi pemain seleksi.
Babak kedua baru 20 menit, MPFC unggul 1-0, eh di tribun malah nggak ikut senang. Alih-alih merayakan, mereka melakukan “tur wisata lapangan” plus bonus lempar-lemparan.
Stadion Yosonegoro berubah dari arena uji coba menjadi festival adrenalin tanpa izin.
Kalau begini caranya, kasihan pemain. Gol sudah susah payah dicetak, suporter malah bikin pertandingan bubar. Menang nggak jadi menang, rusuh iya.
Persemag Sudah Mencium Bau Tidak Enak: “Kayaknya Ada yang Mau Latah”
Asisten Manajer Persemag, Agus Tholib, bilang, firasat buruk sebenarnya sudah muncul sejak awal.
Buktinya? Ada penonton bawa kabur bola pas Persemag dapat lemparan ke dalam.
Entahlah mungkin mau koleksi bola, mungkin mau konten, atau mungkin hanya ingin menunjukkan “aku juga bisa sprint.”
Agus mengaku sudah koordinasi dengan suporter Madiun sebelum laga.
Janji manis sudah diucapkan.
Tapi realisasinya?
Janji: stadion aman.
Kenyataan: stadion aman… untuk rusuh.
“Mereka sudah janji menjamin kelancaran. Tapi malah masuk lapangan dan melempar,” kata Agus—dengan nada antara kecewa dan pengin geleng-geleng pakai dua tangan.
Uji Coba Apa Konser Musik? Ribuan Suporter Hadir
Yang bikin Persemag tambah heran sekaligus bengong, suporter MPFC datang bukan ratusan, tapi ribuan.
Padahal ini uji coba, bukan grand final Liga Champions Asia.
Biasanya uji coba itu tertutup, sunyi, sepi, cuma ofisial yang nonton.
Tapi kali ini?
Tribun seperti konser band reuni: penuh sesak, pekik keras, dan sebagian lupa tata krama stadion.
Agus pun mengaku benar-benar kaget.
“Saya terkejut melihat suporter Madiun datang ribuan. Apalagi tim mereka sedang unggul. Sangat disayangkan.”
Betul, Pak. Sayang banget. Sudah jauh-jauh datang, sudah unggul, tapi malah bikin bubar.
Skor Berhenti, Pagar Jebol, Reputasi Ikut Kena Angin
Karena ricuh makin panas, pertandingan dihentikan demi keselamatan pemain.
Hasilnya?
- Skor tidak selesai
- Laga batal tuntas
- Pagar pembatas stadion mengalami kerusakan
- Nama baik suporter Madiun ikut remuk di pojok tribun
Yosonegoro seharusnya jadi tempat lihat bakat pemain, malah jadi tempat melihat bakat melempar benda.
Bakatnya banyak, cuma sayang salah jurusan.
Suara Kumandang Titip Pesan Pedas-Manis
Sepak bola itu hiburan, bukan ajang menguji siapa paling cepat masuk lapangan.
Dukunglah dengan suara, bukan sampah benda.
Teriakan boleh lantang, tapi jangan sampai otak ikut ditinggal di rumah.
Semoga ke depan, suporter khususnya yang suka “over-acting”bisa belajar bahwa rusuh itu tidak keren, tidak gagah, dan jelas tidak membantu tim.
Kadang, bikin pertandingan berhenti bukan lawan kuat, tapi kelakuan sendiri kelewat kuatir level.
Jurnalis: Tim Redaksi
