SKI News
Awal 2026, Dapur Polisi Kembali Mengepul: MBG Polres Magetan Hadir

Polisi hadir bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga memastikan generasi muda tumbuh sehat melalui program Makan Bergizi Gratis di sekolah.
Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Tahun baru baru saja membuka lembaran, dapur-dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Polres Magetan kembali mengepul. Setelah sempat “puasa” selama libur Nataru 2025, tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Magetan kembali menyalurkan makanan bergizi bagi penerima manfaat, Kamis (8/1/2026).
SPPG Plaosan, Poncol, dan Ngariboyo bergerak serentak. Sasarannya masih sama: anak-anak sekolah dan kelompok penerima manfaat di berbagai sudut Kabupaten Magetan.
Program ini seolah ingin menegaskan satu hal urusan perut rakyat kecil tak boleh ikut libur panjang.
Kasi Humas Polres Magetan, Iptu Indra, menyebut kembalinya operasional dapur MBG sebagai bentuk konsistensi Polres Magetan mendukung program pemerintah di bidang pemenuhan gizi, terutama bagi generasi usia sekolah.
“Alhamdulillah, awal 2026 ini tiga SPPG Polres Magetan kembali beroperasi setelah libur Nataru. Distribusi dilakukan serentak oleh SPPG Plaosan, Poncol, dan Ngariboyo,” ujarnya.
Namun di balik wangi nasi hangat dan lauk bergizi, ada catatan yang tak boleh diabaikan.
Program MBG memang layak diapresiasi, tapi jangan sampai hanya berhenti sebagai etalase kepedulian.
Negara tak boleh sekadar menitipkan logo, sementara kerja lapangan justru ditopang institusi lain.
Iptu Indra menegaskan bahwa seluruh proses distribusi MBG tetap mengacu pada SOP ketat, mulai dari pengawasan food safety oleh Dokkes Polres Magetan, pemilihan bahan baku, proses pengolahan yang higienis, hingga pendistribusian ke sekolah-sekolah.
“SOP kami jalankan secara konsisten untuk menjamin kualitas dan keamanan makanan bagi penerima manfaat,” jelas Indra.
MBG, pada akhirnya, bukan soal siapa yang paling sering turun ke lapangan, tapi siapa yang paling konsisten menjaga keberlanjutan.
Jika polisi sudah turun mengurusi gizi anak-anak, maka pemerintah sipil tak boleh sekadar jadi penonton rajin berfoto.
Dapur sudah menyala. Tinggal pertanyaannya: apakah komitmen juga ikut menyala, atau hanya hangat di awal tahun
Jurnalis: Tim Redaksi.
