Connect with us

SKI News

Belajar Dari Youtube, Dua Pemuda Berhasil Bobol ATM

Published

on

Kapolres Ponorogo AKBP Radiant menunjukan barang bukti saat jumpa pers di kantor Mapolres Ponorogo

Suara Kumandang.com, BERITA PONOROGO, Dua tersangka pelaku pembobol ATM Bank Jatim di depan Gedung Terpadu di Jalan Basuki Rahmat Kelurahan Tonatan Kecamatan/kabupaten Ponorogo, Jawa Timur  pada  7 Agustus lalu berhasil ditangkap Polres Ponorogo.

Polisi berhasil mengamankan 2 pelaku, yaitu inisial CS (33), MS (37) warga Madiun. Mereka berdua menggunakan senar pacing dalam aksinya belajar dari media sosial youtube.

Kapolres Ponorogo AKBP Radiant mengatakan  ada laporan dari pihak Bank Jatim karena adanya data jumlah uang di bank tidak sesuai dengan jumlah fisiknya. Pihak bank jatim lalu melakukan pengecekan dari CCTV dan ada dua orang yang dicurigai mengambil uang di mesin ATM. “Dari rekaman CCTV Ada 2 Orang Di curigai ambil uang, pakai senar Pancing,” ujar  Radiant kepada jurnalis suara kumandang.

Lanjutnya, modus operandi dalam aksi pelaku yang telah terindentifikasi itu menggunakan modus mengambil uang dengan cara memasukan kartu ATM miliknya sendiri.

“Saat mesin tengah malukan proses, pelaku menggunakan senar pancing untuk mengambil uang dari dalam mesin, yang dimasukkan melalui mulut mesin untuk menarik uang keluar,”katanya.

Masih kata Radiant, kemudian pelaku mencongkel mulut mesin ATM untuk mendapatkan uang lebih banyak dan tidak terdeteksi transaksinya oleh mesin.

Tak Hanya sekali pelaku pada 4 September lalu,kembali melakukan aksinya namun gagal karena persoalan teknis sehinggha uang tidak keluar dari mesin ATM.

“Ketika ditanya polisi, pelaku CS mengaku mendapatkan cara seperti itu dari media sosial yakni youtube,” Ujar Radiant.

Sementara itu Gerombolan pelaku diringkus di tempat yang berbeda. CS ditangkap di kabupaten Purworejo. Sedangkan MS diringkus di Saradan Madiun.

Ternyata keduanya merupakan residivis dan pernah menjalani hukuman yang sama di rumah tahanan Pajangan Bantul. Bahkan CS mengaku baru keluar dar lapas Bantul pada bulan Juni lalu, dan kembali melakukan aksi bobol pada bulan Agustus kemarin.

“Kedua tersangka dijerat pasal 363 KUHP dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara. Sementara dua tersangka yang lain masih menjadi DPO,” pungkasnya.

Jurnalis: Yoga Kariem (Magang).

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.