Bawaslu Kembali Tangkap Penyebar Money Politik

Bawaslu amankan uang politik dari salah satu caleg di Ponorogo

Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Badan Pengawas Pemiluhan Umum (Bawaslu) Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur kembali amankan penyebar money politik dari salah satu caleg. Bawaslu juga mengamankan uang senilai lebih dari 66 juta dalam recahan 20 ribu dan 10 ribu serta daftar penerima money politik dan alat peraga surat suara. Selasa (16/05/2019).

Marji Nurcahyo koordinator gakkumdu Ponorogo menjelaskan bahwa petugas bawaslu selasa dini hari tadi kembali mengamankan 15 orang terduga penyebar money politik yang akan diberikan kepada warga jelang pemilihan 17 April mendatang.

“Kronologi penangkapan kami langsung ott disalah satu rumah warga di Desa Sendang, Kecamatan Jambon, Ponorogo. Terdapat uang pecahan 20 ribu dan 10 ribu yang sudah tertata rapi dalam bentuk paket dan hendak diberikan kepada 1500 warga” jelas Marji Nurcahyo.

Masih kata Marji Nurcahyo bahwa paket sendiri berisi 3 lembar uang 20 ribu dan 1 lembar uang 10 ribu. “Jika di total satu paket berisi 70 ribu rupiah,” uangkapnya.

Dari masih kata  pemeriksaan sementara Petugas Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu) Ponorogo, uang pecahan tersebut akan diberikan kepada masyarakat untuk memenangkan salah satu caleg DPR-RI, DPR Provinsi, dan DPRD Ponorogo. Yakni 20 ribu untuk suara anggota DPR-RI, 20 ribu untuk suara anggota DPR provinsi dan 30 ribu untuk suara anggota DPRD ponorogo dapil 5.

Tak hanya uang puluhan juta rupiah, petugas juga menyita daftar nama calon penerima money politik serta alat peraga suara salah satu caleg.

Juawaini selaku Komisioner Bawaslu Ponorogo juga menyayangkan tindakan beberapa caleg yang melakukan money politik. Pasalanya sama saja para caleg tidak memberikan pendidikan politik yang baik dan sehat. “Ini cara yang tidak benar, merusak tatanan masyarakat desa yang kemungkinan pilihan mereka berbeda,”katanya.

“Jadi saya mohon  kepada seluruh caleg agar memberikan contoh yang baik, memberikan pendidikan politik yang sehat. Dan untuk masyarakat yang mengetahui adanya money politik agar segera lapor pada pihak berwenang, kami jamin keamanannya,”pungkasnya.

Jika terbukti bersalah, pelaku bakal dijerat Pasal 523 ayat 2, yang berisi setiap pelaksanaan peserta atau tim kampanye pemilu yang dengan sengaja pada masa tenang menjanjikan atau imbalan uang atau materi lainnya kepada pemilih secara langsung ataupun tidak langsung sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 278 ayat 2 dipidanakan dengan pidana penjara 4 tahun atau denda sebesar 48 juta.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.