Anggota DPRD “Labrak” Kepala Sekolah SMAN 3 Ponorogo

Dari kiri Joko Wiyono bersama Rahmat Taufiq anggota DPRD Ponorogo di teras SMAN 3 Ponorogo.Senin (24/09/2018),

Suarakumandang.com,BERITA PONOROGO. Gara-gara Roby Wibisono (16) siswa kelas 10 SMAN 3 Ponorogo belum melunasi SPP dan Uang Gedung Sekolah senilai  Rp 2.450.000 terancam tidak bisa mengikuti ujian tengah semester (UTS) yang dilaksanakan pada hari senin (24/09/2018).

Rahmat Taufiq anggota DPRD yang mengetahui permasalahan tersebut   langsung melabrak kepala sekolah SMAN 3 Ponorogo. Dan menjamin akan menanggung biaya sekolah siswa hingga lulus jika Kartu Indonesia Pintar (KIP) tidak berfungsi di sekolah tersebut.

“Ya tadi sempat dilarang, makanya saya kesini  harus menjelaskan masalah iuran.Padahal anak saya masuk sekolah melalui jalur prestasi,”ujar Joko Wiyono orang tua Roby. Senin (24/09/2018).

Masih kata Joko, sejak awal masuk sekolah memang sudah dimintai iuran senilai Rp 2.450.000. Tapi bisa mendapatkan keringanan.”Saya sudah minta keringanan dengan melampirkan KIP,KIS,surat dari desa sudah saya lampirkan dua kali tapi belum dikabulkan . Waktu tiba ujian malah anak saya tidak bisa mengikuti ujian dan diminta bayar,”kata Joko.

Kedatangan  Rahmat Taufiq mengantar Roby ke sekolah menemui  Kepala SMAN 3 Ponorogo untuk mempertanyakan hal tersebut.Rahmat langsung melabrak kejelasan Rony kenapa tidak mendapatkan nomor UTS dengan alasan belum membayar Rp 2.450.000.

“Jangan sampai hal seperti ini terjadi lagi karena banyak sekali putra putra prestasi yang sekolah di SMAN  3 Ponorogo,”kata Rahmat.

Rahmat menjelaskan bahwa kejadian ini permasalahannya hanya kurang adanya komunikasi tidak adanya koordinasi.”Saya juga tidak menyalahkan orang tua wali murid juga tidak menyalahkan kepala sekolah, kalau dibilang salah ya salah semua,  seharusnya kepala sekolah juga harus mengetahui kondisi bagaimana siswa yang bersekolah disini,”jengkelnya.

Sementara setelah dilakukan komunikasi semua sudah selesai. Kepala SMAN 3 Ponorogo mengakui kesalahannya, “Masalah ini sebenarnya  kurang komunikasi  saja. Kepala sekolah seharusnya mengetahui kondisi semua siswa yang bersekolah disini,” paparnya.

Budi  Susanto kepala Sekolah SMAN 3 Ponorogo menjelaskan jika pihaknya tidak pernah melarang untuk UTS.”Ini salah paham.Semua boleh ikut ujian. Tapi nomor belum diberikan dan ini sudah kami berikan,”pungkasnya. Cahyo.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.