Connect with us

SKI News

Video Bercandaan Tak Pantas, Berujung Viral

Published

on

Video Becandaan Pelajar Yang Tak terpuji

Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Warga masyarakat Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, digemparkan video becandaan yang tidak terpuji.

Video yang berdurasi 11 detik ini diperankan oleh pelajar tingkat SLTA di salah satu sekolah di wilayah Ponorogo. Dalam video tersebut 2 pelajar laki-laki sedang bermain bercandaan yang mengandung asusila kepada pelajar perempuan.

Perbuatan bercandaan asusila dalam video tersebut adalah dengan memegang buah koro pedang diletakkan di depan dan menghunuskan kepada pelajar perempuan. Sontak siswi tersebut ketakutan dan sempat menangis.

Menanggapi hal tersebut wakil kepala sekolah bidang kesiswaan mengatakan, memang benar video tersebut dilakukan oleh siswanya dan pihaknya sudah memanggil para aktor video tersebut dan dalam waktu dekat akan memanggil orangtua mereka.

“Video itu memang dilakukan oleh anak-anak kami, dan itu dilakukan memang tidak sengaja. Kan anak-anak, ya namanya guyon, guyon tapi gojekan yang berlebihan,” ujar Wakepsek kepada jurnalis Suara Kumandang, Kamis,  (24/10/2019).

Masih kata Wakepsek, video yang beredar tersebut berdampak sangat luar biasa namun pihaknya sudah mengantisipasi dan sudah panggil para pelaku video becanda yang tak terpuji itu untuk diberikan pembinaan dan pengarahan.

“Jadi kami sangat  cepat, kasusnya sore hari, pagi kami langsung menghadirkan anak tersebut, kami berikan pengarahan,” terangnya.

Sementara itu Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto berpesan kepada pelajar agar bercanda dalam batas kewajaran, jangan sampai bercanda mengandung pornografi dan hal-hal negatif.

“Kita sudah bekerja sama dengan Diknas dan ini akan kita intensifkan kembali, untuk memberikan himbauan atau seruan kepada adik-adik pelajar agar dalam bertingkah laku tetap memberikan etika kesopanan dan etika kesusilaan,” Kata AKBP Arief Fitrianto, saat ditemui Jurnalis Suara Kumandang di sela-sela Operasi Zebra Semeru di Jl. Trunojoyo, Ponorogo, Kamis (24/10/2019).

Arief, juga mengajak para orang tua murid untuk bersama-sama untuk membantu mengawasi dan mendidik para siswa di rumah.

“Ini harus sama-sama, kita ingatkan kepada adik-adik pelajar, karena mereka masih dalam masa-masa puber atau masih dalam masa-masa cari jati diri,” kata Arief.

Arief juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak memviralkan atau menyebar video tersebut karena bisa berujung tindak pidana.

“Untuk memviralkan, lebih baik kita memperhatikan keetisan, jangan sampai kita viralkan hal-hal yang belum tentu benar atau terlarang. Ingat!, kita ada Undang-undang ITE , ini yang bisa menjerat kepada siapa pun yang mengedarkan atau menyebarluaskan konten-konten yang negatif berbau pornografi maupun hoax maupun berbau hal-hal lain bersifat radikalisme apalagi terorisme,” pungkasnya.

Jurnalis: Yoga Kariem (Magang)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *