Connect with us

SKI News

Usai Diperiksa KPK, Wali Kota Madiun Cs Digiring ke Jakarta, Bungkam di Hadapan Wartawan

Published

on

Sekitar pukul 17.00 WIB, rombongan diberangkatkan menuju Jakarta. Sebanyak 8 orang dibawa menggunakan 6 kendaraan dengan pengawalan ketat dari jajaran Polres Madiun.

Suarakumandang.com, BERITA MADIUN Episode lanjutan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Wali Kota Madiun Maidi kian terang.

Setelah seharian menjalani pemeriksaan, Maidi bersama sejumlah pejabat aktif, mantan pejabat, ajudan, hingga pihak swasta resmi dibawa ke Jakarta, Senin (19/1/2026).

Pemeriksaan dilakukan secara maraton di ruang Sat Reskrim Polres Madiun sejak pukul 08.00 hingga 16.30 WIB.

Usai diperiksa, satu per satu pihak terjaring OTT langsung digiring menuju kendaraan penyidik KPK, tanpa banyak kata, tanpa klarifikasi.

Maidi terlihat keluar dengan topi, jaket, dan masker menutup wajah.

Saat dicecar pertanyaan awak media terkait materi pemeriksaan, Maidi hanya melambaikan tangan, lalu masuk ke mobil KPK. Tidak sepatah kata pun keluar.

Sekitar pukul 17.00 WIB, rombongan diberangkatkan menuju Jakarta. Total 8 orang dibawa menggunakan 6 kendaraan, dengan pengawalan ketat dari jajaran Polres Madiun.

Informasi dihimpun, rombongan menuju KPK melalui Bandara Juanda, Sidoarjo.

Selain Maidi, sejumlah nama ikut digelandang, di antaranya TM, Kepala DPUPR Kota Madiun; S, pensiunan Kepala Bapperida; MKP, Sekretaris Dinas Bapperida; DS, staf Disbudparpora; AP, D, dan J merupakan ajudan Wali Kota; serta A dan R dari unsur swasta.

Sementara itu, Sekda Kota Madiun Soeko Dwi Hardianto juga sempat menjalani pemeriksaan sebelumnya.

Namun saat dikejar wartawan, ia memilih bungkam, melenggang cepat menuju mobil dinas terparkir di sekitar Sat Lantas Polres Madiun.

Deretan sikap diam, wajah tertutup, dan pengawalan ketat seolah menegaskan satu hal: perkara ini bukan urusan sepele.

KPK belum mengumumkan status hukum para pihak, namun publik sudah membaca tanda-tanda.

OTT ini kembali menampar wajah birokrasi daerah. Di balik jargon pembangunan dan pelayanan, jerat hukum mengintai mereka yang bermain proyek dan kekuasaan.

Kota Madiun kini menunggu, bukan janji, melainkan kejelasan dan keberanian penegakan hukum hingga ke akar-akarnya.

Jurnalis: Tim Redaksi.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *