Connect with us

SKI News

Tak Berakhlak! Anak di Magetan Aniaya Ibu Kandung Karena Obat Nyamuk

Published

on

Terdangka saat diglandang di Polres Magetan

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Seorang anak di Kabupaten Magetan, Jawa Timur aniaya ibu kandung lantaran tak mau menyalakan obat nyamuk. Ibu yang menjadi korban melaporkan tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan anaknya kepada pihak Polsek Panekan, Kabupaten Magetan.

Tasmaniah (58) korban KDRT, dan tersangka Ari Wibowo (29) keduanya merupakan warga Desa Terung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan.

Korban dianiaya anak kandungnya menggunakan benda-benda tumpul, sekitar pukul 21.00 WIB Senin (08/02/2021) lalu, dan keesokan harinya Selasa (09/02/2021) korban yang sudah tidak betah dengan perlakuan sang anak melaporkan tindakan KDRT yang dialaminya kepada pihak berwajib.

AKP Ryan Wira Raja Pratama, Kasat Reskrim Polres Magetan menjelaskan bahwa kejadian ini sudah ditindak lanjuti pihak kepolisian atas laporan dari korban.

“Kronologinya itu terjadi sudah kamis minggu lalu, korban disuruh anaknya atau tersangka membelikan nasi goreng, sepulang membelikan nasi goreng korban langsung memberikannya kepada tersangka,” jelasnya.

Lanjutnya, setelah itu tersangka menyuruh korban lagi untuk menyalakan obat nyamuk, namun perintah tersangka diabaikan oleh korban.

Setelah mengabaikan perintah tersangka untuk menyalakan obat nyamuk, korban langsung dianiaya oleh tersangka dengan memukulinya menggunakan benda-benda tumpul yang ada di rumah.

“Setelah tak digubris, tersangka malah memaki-maki dan memukuli ibunya sendiri dengan alas kursi yang terbuat dari rotan, kemoceng, gantungan baju, dan jam dinding berkali-kali,” terang Ryan.

Lanjutnya, setelah pihaknya mendapatkan laporan dari Tasmaniah selaku korban, jajaran Sat Reskrim Polres Magetan langsung menangkap tersangka pada Selasa (09/02/2021) lalu.

“Dari hasil pemeriksaan, korban mengalami lebam-lebam diwajah, bengkak di kepala bagian atas, serta lengan atas terasa sakit,” pungkas Ryan

Pelaku yang merupakan anak ke 3 dari 4 bersaudara ini mengaku nekat menganiaya ibu kandungnya lantaran emosi saat perintahnya untuk menyalakan obat nyamuk tidak dilakukan oleh korban atau ibunya sendiri.

“Saya Khilaf pak, janji saya akan minta maaf dan bersujud dihadapan ibu. Gak saya ulangi lagi,” kata Ari (pelaku) dihadapan petugas.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang digunakan tersangka memukul ibu kandungnya. Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 44 ayat 1 dan 2 UU RI tentang tindak KDRT dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

Jurnalis: Tim/ Cahyo Nugroho.

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.