Connect with us

SKI News

Setrum Dilarang, Petani Dempel Gelar Sayembara Berburu Tikus

Published

on

Bersatu melawan hama. Onny Anwar dan Sugeng Wiyono bersama petani basmi tikus

Suarakumandang.com , BERITA NGAWI. Target panen raya dan mempertahankan predikat Kabupaten Ngawi sebagai lumbung padi di Jawa Timur pada masa panen tahun depan terancam gagal. Karena sejak dua bulan terakhir , hama tikus merajalela disejumlah wilayah lahan pertanian.

Meskipun serangan tikus selalu muncul setiap masa tanam padi tiba, namun kali ini kondisinya semakin mengkuatirkan, apalagi salah satu cara menghalau wabah tikus dengan menggunakan sengatan aliran listrik telah dilarang pihak kepolisian.

Berbagai metode pembasmian dilakukan petani demi menyelamatkan semaian bibit padi yang menjadi sasaran serangan hewan pengerat ini. Salah satunya dengan cara tradisonal berupa gropyokan tikus.

Adalah upaya yang dilakukan pemerintah desa Dempel Kecamatan Geneng, selasa ( 11/12/2018), bersama ratusan warga serta dibantu beberapa anggota TNI-Polri, turun kesawah berburu tikus.

Gropyokan tikus berbungkus sayembara ini sebagai bentuk kegeraman warga desa tersebut atas semakin sulitnya hama tikus ditanggulangi, apalagi dampak kerugian yang ditimbulkan semakin mengkuatirkan.

“Kondisinya sangat gawat, terlebih sejak adanya tanggul tol, keberadaan tikus semakin merajalela, tikus banyak bersarang ditanggul tol yang pembasmianya tidak bisa terjangkau, sedangkan kerugian petani semakin besar,”ujar kepala desa Dempel Sugeng Wiyono kepada Wartawan suara kumandang.

Dengan menggunakan peralatan seadanya , dari sekedar pentungan, sabit, bahkan hingga obor belerang dan kompor elpiji, petani menyisir seluruh pematang dan tempat tempat yang ditengarai menjadi sarang tikus.

Guna menarik minat dan menambah semangat para peserta, pihak pemerintah desa menyediakan hadiah uang tunai jutaan rupiah, dengan menghargai hasil tangkapan sebesar Rp 1000/ ekor. Hasilnya, dalam hanya hitungan tak lebih dari dua jam ratusan ekor berhasil ditangkap , ratusan ribu pun berhasil diraup oleh para peserta sayembara.

Dikesempatan yang sama, Wakil Bupati Ngawi Onny Anwar, mengapresiasi upaya warga desa Dempel ini sebagai bentuk pembasmian hama tikus yang ramah lingkungan. Karenanya pemkab akan memberikan dukungan secara masif kepada pemerintahan desa diseluruh Ngawi dalam menaggulangi hama ini.

Salah satunya dengan mendorong terbitnya perdes perdes yang melarang perburuan predator alami tikus , seperti pelarangan menembak burung , menangkap ular sawah serta berbagai bentuk perusakan ekosistem.

“Memunculkan kembali perdes yang melarang perburuan predator tikus demi menjaga ekosistem, sehingga serangan wabah tikus dapat diredam, dan pola cocok tanam berbasis organik dapat diterapkan tanpa ada ganguan hama ini,” Jelas Onny lebih lanjut.

Lebih lanjut Onny juga akan membantu para petani yang ingin menggandeng keterlibatan pihak swasta dalam menjaga ekosistem lahan pertanian, seperti penanaman pohon trembesi , dan pengadaan sumur sawah.

Hama tikus selalu jadi momok yang menakutkan bagi setiap para petani, terutama saat masa tanam tiba, apalagi sejak adanya tol, seakan memberi hunian baru bagi hewan ini untuk berkembang biak. Dan tentunya ini sebuah ancaman bagi area sawah yang ada didekatnya, pemkab harus lebih intens turun tangan, tidak hanya berupa penyuluhan namun juga harus memberikan payung hukum ( perda) yang membuat Perdes pelarangan perburuan predator semakin tegas.  Ahmad / Asf.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *