Saldo Rp 21,5 Juta Hilang, Seorang Nasabah Lapor Polisi

Budi saat melaporkan kejadian tersebut ke Polres Ponorogo

Suarakumandang.com,BERITA PONOROGO. Setyo Budiyono (47), Warga Jalan Sadewo, Kelurahan Brotonegaran, Kecamatan Ponorogo, Jawa Timur sempat dibuat bingung dengan jumlah uang di saldonya tiba-tiba berkurang, setelah menerima telepon dari orang yang mengaku dari Bank tempat ia menabung.

Sesui keterangan dari Budi, cerita itu berawal dia sedang diacara penyembelihan qurban di desa Pohijo, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

“Sekitar pukul 10.00 WIB ditengah-tengah acara ada telepon masuk, ketika  saya  angkat si penelepon bilangnya dari kantor bank  pusat,”ujar Budi yang bekerja di BPBD  Kabupaten Ponorogo  sebagai Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik.

Selasa, (13/08/2019),  dalam perbincangan lewat telepon, Budi menjelaskan  sipenelepon menyuruh untuk menukarkan Poin M-Token, “Setelah itu saya disuruh cek 1 sampai 5 nomor, dari satu nomor itu ada 6 digit , disitu saya disuruh cek nomor 5,  itu sudah benar atau belum nomornya,”kata Budi sambil menirukan sipenelepon saat menyuruh mengecek.

“Selanjutnya sipenelopon itu  tanya ,  nomor 3 itu nomornya berapa,  setelah itu sipenelepon tanya lagi , karena posisi saya sibuk, yang nomor 3 itu saya “awur” (mengawur,red), kan sebenarnya ada 5  saya menyebut nomor 2, terus nomor 3 itu saya itu ngawur menyebutkannya,”jelas Budi.

Setelah sesampai dirumah sekitar pukul 13.00 WIB tiba-tiba Budi dikejutkan, begitu membuka HP ada laporan transaksi keluar sejumlah Rp 21,5 juta.”Saat itu saya langsung bingung, kenapa saldo saya berkurang, padahal saya belum melakukan transaksi sama sekali,”kesal Budi.

“Transaksi yang kelihatan Rp 10 juta saldo ovo, 10 pembayaran di toko pedia, namun setelah saya cek di bank  melalui print buku rekening  saya telah terjadi transaksi, pertama Rp 500 ribu, kedua Rp 1 juta, ketiga Rp 10 juta, dan keempat Rp 10 juta,”terang Budi.Rabu,(14/08/2019).

Budi mengaku jika uang sebanyak itu untuk biaya kedua anaknya yang sedang kuliah di Bandung dan Solo. “Sekarang saldo saya tinggal Rp.12 juta, awalnya 33,5 juta , itu uang hasil nabung  saya sejak 3 tahun yang lalu,”sedih Budi.

Atas kejadian tersebut, Budi setelah mengecek dan melaporkan di tempat bank dia menabung pihaknya juga melaporkan ke Polres Ponorogo.

Sementara itu,  kasus penipuan dengan modus undian penukaran M-Token Bank  tersebut sudah dalam penanganan Bank tempat dia menabung dan Polres Ponorogo.

Jurnalis: Yoga Kariem (Magang).

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.