Ruang Terbuka Hijau Ngawi, Ikon Baru Wisata Kota

Tanaman hias sepanjang jalanan kota Ngawi diharapkan menjadi ikon lingkungan hijau seperti yang terlihat disepanjang Jl Ahmad Yani

Suarakumandang.com,BERITA NGAWI.Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah kabuaten Ngawi, Jawa Timur 2019 memastikan dapat memenuhi target Ruang Terbuka Hijau ( RTH ) dalam tata ruang kota sebesar 30 % seperti yang diamanatkan oleh UU no 26 tahun 2007 tentang penataan ruang perkotaan. Dengan dua kategori yaitu 20% RTH publik yang dibuat dan dikelola  pemda serta 10% diadakan oleh instansi maupun perorangan.

Hingga awal tahun ini area RTH yang dikelola pemkab Ngawi seluas 1.719.89 hektar atau 21,78 %, sedangkan untuk RTH privat atau RTH yang dimiliki institusi tertentu atau perorangan  seluas 1.000.31 hektar atau 12,66 %. Angka tersebut menunjukan jika target telah terpenuhi, sehingga fungsi RTH untuk menahan polusi udara dapat terlaksana.

“Fungsi penting RTH selain menjaga keseimbangan lingkungan dan kualitas udara, juga akan menambah daya tarik warga untuk menghabiskan waktu berlibur didalam kota,  karena bisa digunakan sebagai ikonik perwajahan kota Ngawi” kata Setiyono Kadin Dinas Lingkungan Hidup Ngawi ( 16/05/2019).

Tanpa merinci jumlah anggaran yang digelontorkan untuk pengadaan dan perawatan, menurut Setiyono, anggaran pengadaan untuk pengadaan RTH tidak sepenuhnya disediakan oleh APBD, namun sebagian dikucurkan oleh pemerintah pusat melalui dirjen RTH, salah satunya seperti pembangunan RTH benteng pendem sebesar 850 juta dikucurkan dari pemerintah pusat.

Sementara itu RTH yang dimiliki Ngawi saat ini menyebar di beberapa tempat diantaranya di kompleks terminal Kertonegoro, Taman Candi, tempat rekreasi Tawun, Benteng Pendem, komplek warisan Pendopo Kepatihan, Taman Sukowati, taman Dungus, alun-alun Merdeka Ngawi, kanan kiri jalur kolektor dan taman hutan kota Ir Sukarno.

Meskipun sudah memenuhi pengadaan wilayah RTH yang ditargetkan , dan membuat betah warga untuk menikmati suasana kota, pekerjaan rumah berikutnya ialah mengedukasi warga untuk menjaga keindahan terutama kebersihan dan pola perawatan yang kontinyu agar keindahan berharga mahal itu tidak sia sia.

Jurnalis:  Ahmad  Hakimi.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.