Puluhan Balon Raksasa Mengudara di Langit Ponorogo

Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Langit Ponorogo diwarnai puluhan balon udara yang diperlombakan di lapangan sepak bola Nongkodono, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Meski berukuran raksasa dan terbang di langit, balon udara ini dijamin aman. Sebab, ketinggian balon udara tanpa awak yang dilombakan ini dibatasi, dilengkapi tali, dan tidak menggunakan api. Rabu pagi (12/06/2019)

AKBP Radiant Kapolres Ponorogo menjelaskan bahwa,dalam acara festival balon udara ini kami menetukan beberapa peraturan demi keamanan lingkungan.” Kriterianya ketinggian 150 meter, diameter 7 kemudian menggunakan tiga tali agar tidak lepas.  Untuk  penerbang balon udara liar, sampai saat ini kita masih berikan pembinaan, jadi kalau kita mengacu undang undang nomor 1 tahun 2009 tentang penerbangan, pelaku penerbangan balon liar bisa terkena ancamannya tiga tahun,” jelasnya.

Selama ini  banyak warga Ponorogo yang masih menerbangkan balon udara tanpa awak berukuran raksasa secara liar.  Padahal balon udara tanpa awak yang diterbangkan secara liar ini membahayakan penerbangan.  Termasuk  berpotensi menimbulkan kebakaran karena balon dilengkapi dengan api.

Sedikitnya ada 56 balon udara tanpa awak berukuran besar dengan berbagai bentuk dan warna ini diperlombakan. Polres Ponorogo bersama Lanud Iswahjudi serta Airnav sengaja menggelar festival balon udara tanpa awak. Kegiatan ini bertujuan untuk mewadahi tradisi warga Ponorogo yang menerbangkan balon secara liar saat memasuki Idul Fitri. Untuk kriteria penilaian lomba pun beragam, yakni meliputi keindahan, kekompakan, keunikan, serta durasi terbang balon di udara.

Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Widyargo Ikoputra, mengatakan bahwa kegiatan penerbangan balon udara ini sudah menjadi tradisi di Ponorogo yang harus dilestarikan karena termasuk kearifan local. Oleh karena itu diadakan festival balon udara tanpa awak namun, dengan berbagai aturan untuk keamanan semuanya.

“ Kami berusaha menjaga keselamatan penerbangan, oleh itu ketinggian balon udara mengudara dibatasi. Jika tidak akan berdampak terhadap penerbangan ,” ungkap Ndan Lanud Iswahjudi.

Aan Romdhoni peserta festival balon udara sempat mengaku  kesulitan menerbangkan balon udara tanpa awak yang kali ke tiga diadakan di ponorogo. Sebab, selain dilarang menggunakan api, besarnya tiupan angin juga menjadi salah satu kendala balon sulit diterbangkan. “ Terkendala angin, angin sangat besar sekarang jadi haluan balon tidak stabil belok kanan, kiri. Serta sekarang balon tidak dilengkapi dengan api, ini kan agak sulit karena tidak ada asap api yang membantu menaikkan balon,”  pengakuan Aan.

Panitia berharap dengan adanya festival balon udara tanpa awak ini sudah tidak ada lagi penerbangan balon udara tanpa awak secara liar. Sebab dampak yang ditimbulkan sangat banyak dibanding manfaatnya.

Jurnalis: Nuvreilla.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.