Profesor Jagung Asal Magetan Berhasil Mengembangkan Benih Jagung Hasil Riset Anak Bangsa

Profesor Subandi

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Jagung adalah salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat yang terpenting di dunia, selain gandum dan padi.

Penggunaan Varietas Unggul Baru jagung hibrida merupakan salah satu upaya khusus dalam peningkatan produksi jagung dan keberhasilan usaha tani jagung.

Sekarang telah hadir di Magetan bibit jagung varietas unggul yaitu NASA 29 produk riset anak bangsa yang dikembangkan pemerintah Indonesia.

Subandi seorang professor jagung menjelaskan bahwa Saat ini jagung menjadi penyumbang energy pangan nomor 1 dunia dengan presentasi sebesar 16% diikuti dengan beras 15%, lalu gandum 13%. Indonesia sekarang membutuhkan 21 juta ton jagung per tahun.

“ Saatnya petani Magetan menggunakan NASA 29 sebagai bibit jagung yang digunakan karena NASA 29 dapat meningkatkan hasil panen petani jagung. Agar Indonesia bisa memenuhi kebutuhan jagung nasional bahkan bisa ekspor,” jelasnya.

NASA 29 mempunyai adaptasi yang cukup luas baik di dataran rendah sampai dataran tinggi. Potensi hasil panen sekitar 13,5 ton/ha dan rata-rata hasil 12 ton/ha lebih banyak dari pada varietas lainnya yang sekitar 11 sampai 12 ton/ha.

“Jika dibandingkan dengan varietas lainnya NASA 29 kualitasnya tidak kalah unggul bahkan bisa dibilang lebih baik dari segi produksi maupun hasil. Dan juga, harga bibit NASA 29 lebih murah dibandingkan dengan bibit jagung varietas lainnya,” tuturnya.

Dijelaskan pula NASA 29 ini adalah varietas jagung hibrida produktivitas tinggi dengan tingkat persentase prolifik (bertongkol dua).  Jagung Hibrida Nakula Sadewa 29 (NASA 29)diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada hari Pangan Sedunia tanggal 29 September 2016 di Boyolali, Jawa Tengah.

“ Saya sebagai pensiunan mantan peneliti jagung sekarang sedang berusaha menjadi  penangkar benih. Rencananya saya akan mengadakan temu lapang pada 3 Oktober 2018 nanti untuk menunjukkan kelebihan yang dimiliki NASA 29 kepada rekan sesama petani jagung,” katanya.

“ Untuk harga NASA 29 saya akan control dari saya sendiri, saya akan tentukan harga yang lebih murah untuk penjual agar mereka tidak menentukan harga yang tinggi. Untuk keuntungannya ya dari saya,” kata Subandi.

Harapan kedepannya NASA 29 dapat meningkatkan hasil panen petani jagung di Magetan. Dan dengan begitu kebutuhan nasional jagung di Indonesia bisa terpenuhi bahkan bisa ekspor ke negara tetangga seperti Malaysia dan Filipina.Nuvreilla.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.