Ponorogo Gelar Rekor Sate Ayam Terbesar dan Lontong Terbanyak

Ipong Muchlissoni Bupati Ponorogo saat foto bareng dengan sate terbesar di kelurahan Sate Setono

Suarakumandang.com,BERITA PONOROGO. Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Ponorogo bersama Paguyuban Sate Ayam Setono menggelar acara rekor sate terbesar dan Lontong terbanyak . Acara digelar di kelurahan Setono Jalan Barito, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Minggu,(14/07/2019).

Ipong Muchlissoni Bupati Ponorogo mengatakan pihaknya berharap sate ayam Setono di Ponorogo bisa semakin maju dari sekarang. “Untuk menjadi lebih baik dari sekarang saya juga berharap mulai perbaiki rasa, perbaiki kemasan, perbaiki mutu  sehingaa sate ayam Setono bisa tahan lama,  dan sate ayam Setono bisa dijadikan oleh-oleh khas Ponorogo untuk siapa pun yang ingin membawa pulang kerumah diluar Ponorogo,”ujar  Ipong Muchlissoni kepada jurnalis Suara kumandang.

Dia juga mengatakan merasa bangga dengan mahasiswa Unmuh  Ponorogo dari Prodi Ilmu Komunikasi .”Bangga saya karena mampu mewujudkan ide gagasanya menjadi kenyataan yaitu menggelar acara  Rekor Sate ayam Terbesar  dan Lontong Terbanyak dengan tujuan untuk membantu program pemerintah dalam meningkatkan wisatawan di Ponorogo,”jelas Ipong Muchlissoni.

“Perlu saya sampaikan sampai bulan Juli ini tahun 2019 wisatawan di Ponorogo meningkat 3 kali lipat dibandingkan tahun 2018 lalu. Jadi bulan Januari sampai bulan Juli wisatawan yang datang ke Ponorogo sebanyak 180 ribu . Untuk hari ini meningkat dratis yaitu sebanyak 481 ribu pengunjung,”terang Ipong.

Ipong juga berharap dengan adanya acara rekor sate ayam terbesar dan terbanyak yang digelar di kelurahan Setono ini mampu mencapai target satu juta wisatawan. ”Ada tiga andalan wisatawan yang dimiliki Ponorogo yaitu pertama Telaga Ngebel, kedua Makam Bathoro Katong dan ketiga makam Tegal Sari, karenanya sate ayam Setono ini dekat dengan makam Bathoro Katong tentunya kalau bisa kedepan atau hari ini promosinya ditingkatkan,”kata Ipong.

“Bagimana cara promosi yang murah, pertama didepan jalan masuk kelurahan  diberi papan besar dengan tulisan Kampung Sate ayam Setono Ponorogo, kedua setiap jalan diberi arah panah dengan tulisan sate setono, sehingga seorang yang datang ke Makam Bathoro Katong akan melihat dan mereka berharap akan mampir dan membeli,”terang Ipong.

Samsul Hidayat ketua Paguyuban Sate Setono Ponorogo saat mencicipi sate Setono

Senada yang dikatakan, Samsul Hidayat ketua Paguyuban Sate Setono Ponorogo mengaku merasa bangga dan senang karena ide kreatif dari mahasiswa ilmu komunikasi Unmuh  acara ini dapat terlaksana.

“Kami juga berharap kedepan dalam acara tahunan lainnya mahasiswa Unmuh maupun mahasiswa Unmuh ilmu komunikasi  terus berkomunikasi dengan kami untuk membantu kegiatan yang ada di kelurahan Setono ini,”kata Samsul dalam sambutanya.

Samsul menyampaikan keluh kesah alasan mengadakan acara ini karena banyak yang mengeluhkan dari sejumlah pedagang Sate ayam Setono dilingkungannya.

“Artinya begini,  banyak yang diluar yang mengatasnamakan Sate ayam Setono, tapi ketika ada pesen Sate Setono . Katakanlah namanya pak Bandi, tapi setelah dicari yang namanya pak Bandi tidak ada, setelah dicek  ternyata dari luar Kelurahan Setono,”jelas Samsul dalam sambutanya.

Dijelaskan pula, bahwa anggota pedagang Sate Ayam Setono berjumlah 50 orang. Mereka banyak yang berjualan di lingkungan kelurahan Setono.”Mereka tersebar di lingkungan sini, dan yang paling jauh yaitu di wilayah Madiun dan Pacitan,”paparnya.

“Perlu diketahui bahwa Sate Ayam Setono ini berdiri sejak tahun 1878, artinya sudah tiga keturunan. Dengan acara ini kami dari generasi ingin menjaga budaya kuliner makanan sate Ayam khas Setono Ponorogo,”ungkapnya.

Setelah acara sambutan usai, sesuai pantuan jurnalis Suara kumandang, ratusan pengunjung yang datang saat itu sangat antusias sekali, mereka berdesak-desakan untuk mendapatkan sate Ayam Setono dan lontong secara gratis yang sudah disediakan oleh penitia setiap bedak.

Meski sebagian pengunjung tidak mendapatkan sate Ayam Setono akan tetapi sebagian dari pengunjung sudah merasa senang meski hanya kebagian lontong dan sambel.

Wati salah satu pengunjung asal Ponorogo mengaku sedikit kecewa karena hanya kebagian lontong dan 3 tusuk sate Ayam.”Ya tadi saya hanya kebagian 3 tusuk sate Ayam dan lontong. Sebenarnya kecewa tapi harus bagimana lagi karena banyak pengunjung yang ingin mendapatkan sate Ayam Setono,”kata Wati.

“Terpaksa tadi saya beli didepan, buat oleh-oleh dirumah. Harapan saya tahun depan sate Ayam dan lontongnya di tambah lagi biar kebagian semuanya,”cetusnya sambil beranjak pulang.

Acara Sate Ayam Terbesar dengan ukuran tinggi 3 meter lebar 35 cm  dan lontong terbanyak  berjumlah 2.500 juga dihadiri Kepala Dinas Pariwisata, dan Ketua Paguyuban, serta anggotanya dan sejumlah mahasiswa universitas Muhammaddiyah Ponorogo prodi Ilmu Komunikasi .

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.