Petani Parang Beralih Profesi Jadi Pencari Pasir dan Batu

Abdul dan istrinya sedang mencari pasir dan batu disungai di desa Jokerto, Parang Magetan

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Sebagian petani di desa Jokerto, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur memasuki musim kemarau terpaksa harus banting setir guna mencukupi kebutuhan hidupnya. Pasalnya mereka tidak bisa menggarap sawah lantaran tidak air mengalir guna mencukupi sawah.Selasa,(09/07/2019).

Seperti Abdul Qodir (50)  warga setempat untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dia harus beralih sebagai profesi sebagai tukang pencari pasir dan batu disungai dekat rumahnya.

“Kalau musim kemarau sawah tidak bisa digarap karena tidak air untuk mengaliri sawah. Ini terpaksa saya harus beralih profesi sebagai tukang batu,”kata Abdul kepada jurnalis suara kumandang.

Dijelaskan pula, penghasilan perhari menjadi tukang batu dan pasir  sekitar Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu.”Saya bekerja mencari pasir dan batu bersama istri saya,”kata Abdul.

Kata abdul, batu dan pasir yang dicari dari sungai itu untuk kebutuhan bangunan.”Biasanya kami mencari pasir maupun batu sudah ada yang memesan, pembeli sudah tahu dan biasanya mereka datang kerumah dan memesan untuk suoaya dicarikan pasir maupun batu,”terangt Abdul.

Bahkan Abdul dan istrinya mencari dahulu lalu ditumpuk dipinggir sungai.“Pekerjaan mencari batu dan pasir ini kami lakukan setiap tahun saat memasuki musim kemarau,”ucapnya.

Sementara itu, wilayah kabupaten Magetan, Jawa Timur yakni kecamatan Parang merupakan daerah kekeringan, ratusan hektar sawah tidak bisa digarap saat musim kemarau tiba karena tidak ada sumur dalam.

Air embung yang ada, tidak mencukupi untuk mengairi luasan sawah para petani yang mencapai ratusan hektar sawah.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.