SKI News
Ngebet Pingin Juara di Turnamen Voli U-21 Kapolres Magetan, Pemkab Sewa Empat Pemain Luar

Laga semifinal Turnamen Bola Voli Antar Klub U-21 Kapolres Magetan berlangsung sengit di GOR Ki Mageti. Tim Pemkab Magetan akhirnya mengamankan tiket ke final usai mengalahkan Rayon Barat dengan skor 3-1. (Foto: Tim Redaksi/Suarakumandang.com)
Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Tim bola voli Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan memastikan langkahnya ke partai final Turnamen Bola Voli Antar Klub U-21 Kapolres Magetan usai menumbangkan Rayon Barat dengan skor 3-1 pada laga semifinal di GOR Ki Mageti, Magetan, Jumat, (26/6/2026).
Di balik kemenangan tersebut, Pemkab Magetan mengakui memperkuat skuadnya dengan mendatangkan empat pemain dari luar daerah.
Turnamen yang diikuti delapan klub itu berlangsung selama empat hari dan dijadwalkan berakhir pada Sabtu (27/6/2026).
Sejak babak penyisihan hingga semifinal, persaingan berlangsung ketat dengan masing-masing tim menurunkan kekuatan terbaiknya.
Official pemkab Magetan, Sidik Perwito, membenarkan timnya merekrut empat pemain dari luar daerah.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan setelah berkoordinasi dengan pimpinan dan sesuai dengan regulasi turnamen yang memperbolehkan penggunaan pemain tambahan.
“Setelah kami melakukan koordinasi dengan pimpinan, kami diizinkan melakukan perekrutan pemain luar. Intinya untuk menambah kekuatan tim Pemkab Magetan dan sekaligus ikut memeriahkan turnamen agar pertandingan lebih maksimal,” ujar Sidik.
Sebelum mendatangkan pemain luar, pemkab Magetan mengaku telah menyiapkan tim dengan merekrut 12 pemain binaan yang mayoritas merupakan guru olahraga di Magetan.
Persiapan dilakukan melalui enam kali sesi latihan, termasuk tiga kali pertandingan uji coba (sparing).
“Kami mengumpulkan 12 pemain terbaik di Magetan. Selanjutnya menjalani enam kali latihan, termasuk tiga kali sparing,” katanya.
Menurut Sidik, empat pemain tambahan tersebut berasal dari Ponorogo, Pacitan, dan Trenggalek. Salah satu di antaranya mengisi posisi libero.
“Kami membawa empat pemain, termasuk satu libero. Rata-rata dari Ponorogo, Pacitan, dan satu orang dari Trenggalek,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, awalnya Pemkab Magetan telah mencapai kesepakatan dengan sejumlah pemain dari Surabaya.
Namun rencana itu batal karena para
pemain tersebut telah memiliki jadwal bersama tim lain.
“Sebetulnya kami sudah deal dengan teman-teman dari Surabaya. Tetapi pada detik-detik terakhir mereka membatalkan karena sudah memiliki jadwal dengan tim lain. Akhirnya, dengan waktu yang mepet kami mencari pemain lain yang sesuai dengan kemampuan finansial tim yang juga terbatas,” tuturnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemain dari luar daerah tersebut menerima kompensasi berkisar Rp 3 juta hingga Rp 5 juta untuk satu kali pertandingan.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemkab Magetan belum memberikan keterangan resmi terkait besaran nominal tersebut.*
Jurnalis: Tim Redaksi
