SKI News
Lawan Api Sebelum Membara! BPBD Magetan Bareng TNI-Polri dan Warga Bikin Sekat Bakar di Lereng Lawu

Sejumlah anggota gabungan kerjasama membersihkan ranting mencegah kebakaran
Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Musim kemarau belum mencapai puncaknya, namun langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai digencarkan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan bersama Perhutani KPH Lawu DS, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat bergotong royong membuat sekat bakar di kawasan hutan lereng Gunung Lawu.
Kegiatan mitigasi tersebut dilaksanakan di kawasan hutan Petak 73B6, Desa Ngancar yang berbatasan dengan Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Rabu (22/7/2026). Pembuatan sekat bakar ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla pada musim kemarau 2026.
Kepala BPBD Kabupaten Magetan, Eka Radityo, mengatakan pembuatan sekat bakar merupakan langkah preventif untuk mengurangi risiko meluasnya kebakaran hutan apabila muncul titik api di kawasan lereng Gunung Lawu.
“Melalui kolaborasi lintas sektor, kami berharap upaya mitigasi ini mampu menekan risiko kebakaran hutan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pihak,” ujar Eka kepada jurnalis suarakumandang.com.
Sekat bakar atau ilaran api yang dibuat memiliki panjang sekitar 1,8 kilometer. Jalur tersebut berfungsi sebagai pemisah vegetasi untuk memperlambat sekaligus membatasi penyebaran api apabila terjadi kebakaran hutan.
Selain personel BPBD Magetan, kegiatan ini juga melibatkan jajaran Perhutani KPH Lawu DS sebagai penggagas, anggota TNI, Polsek Plaosan, Relawan Basecamp Cemorosewu, serta puluhan warga Desa Ngancar yang turun langsung ke lapangan.
Pembuatan sekat bakar merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Kekeringan dan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026 yang digelar Forkopimda Kabupaten Magetan. Sinergi lintas instansi tersebut diharapkan mampu memperkuat langkah pencegahan sejak dini sebelum bencana terjadi.
Tak hanya membangun jalur pengaman, seluruh unsur yang terlibat juga berkomitmen melakukan perawatan sekat bakar secara berkala. Pembersihan rumput kering, serasah daun, hingga material yang mudah terbakar akan dilakukan secara rutin agar fungsi jalur tetap optimal.
Sinergi BPBD Magetan, Perhutani, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat diharapkan mampu menjaga kelestarian ekosistem Gunung Lawu, melindungi habitat flora dan fauna, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat maupun wisatawan yang beraktivitas di kawasan lereng Gunung Lawu.*.
Jurnalis: Tim Redaksi.
