Connect with us

SKI News

Pertama PTMT di Ngawi, Sejumlah Siswa Senang

Published

on

Proses PTMT

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Menyusul surat edaran Bupati Ngawi no  065/08.55/404.011/2021 tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat  (PPKM)  level 3 yang memberikan pilihan sistem pembelajaran daring (daring) dan luring (luar jaringan), SMAN 1 Ngawi hari ini Senin, (23/08/2021) memulai pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT).

Susetya, Waka Humas SMAN 1 Ngawi mengatakan bahwa pelaksanaan PTMT hari ini dan seterusnya dilakukan dengan tetap menyesuaikan dengan level PPKM di wilayah Ngawi.

“Namun  jika level naik dari level 3 ke level 4 maka bisa dihentikan setiap saat dan pembelajaran kembali ke daring, “ujar Susetya.

Lebih dijelaskan, jika level PPKM turun maka persentase siswa mengikuti PTMT bisa ditingkatkan. “Berbagai persiapan sudah dilakukan, selain memenuhi sarana prasarana untuk prokes, seluruh guru dan TU sudah dilakukan vaksin, termasuk siswanya,”katanya.

 “Untuk mengurangi potensi penyebaran COVID-19, bagi siswa dan guru yang sakit diperkenankan tidak masuk sekolah,”jelasnya.

DIsebukan, untuk pelaksanaan PTMT di SMAN 1 Ngawi dengan kapasitas 33 %, perharinya diatur satu tingkatan kelas yang mengikuti PTMT, satu hari kelas X,  kelas X dan XInya daring, berikutnya bergantian kelas XI PTMT dan kelas X dan XII daring dan seterusnya.

“Perharinya dibagi 2 sesi, yaitu sesi 1 dimulai pukul 07.00 hingga 10.35 dan sesi 2 mulai pukul 11.15 WIB hingga 15.10 WIB dikarenakan ada tambahan waktu sholat 40 menit,”paparnya.

Sedangkan daya tampung kelas yang mencapai 36 siswa, diisi 50 % saja, atau perkelas 18 siswa masuk sesi 1 dan 18 sisanya masuk sesi 2.

Sementara itu,  tanggapan salah satu siswa, Mutiara Alya mengaku senang dengan pelaksanaan PTMT dikarenakan lebih dari setahun belajar dengan daring banyak siswa kesulitan memahami materi.

Meskipun masih dilakukan dengan sejumlah pembatasan, seperti waktu dan kegiatan pembelajaran, namun tidak mengurangi semangat siswa untuk kembali belajar di sekolah.

Selanjutnya diharapkan level PPKM di Ngawi semakin turun, dan pembelajaran dapat kembali normal sebagaimana sebelum terjadi pandemi.

Jurnalis:Ahmad Hakimi.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *