Connect with us

SKI News

Persinga 0 – 2 Persijap Wajar Kalah?!

Published

on

Kalah piknik!, pemain Persijap Kurniawan Saputra ( kiri ) mendikte Ahmad Afif (kanan) membuat lini tengah Persinga tidak berkutik dipertemuan perdana. Foto / official / Adris

Suarakumandang.com,BERITA NGAWI. Beruntung bagi Persinga, dalam waktu 90 menit berikut tambahan waktu 2 menit dibabak pertama dan 3 menit di babak kedua, Persijap hanya mengeluarkan ‘separuh’ peluhnya untuk mencuri point penuh di Stadion Ketonggo, Minggu sore (3/11/2019).

0-2. Cukup dengan skor itu Persijap memberi pelajaran kepada Persinga, bahwa persiapan matang, kualitas dan perpaduan antar lini menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga marwahnya sebagai tuan rumah.

Sejak di-lounching 1 Oktober lalu, soal persiapan Persinga hampir bisa dikatakan tidak cukup, terlebih kesempatan melakukan uji coba melawan tim setara kontestan terkuat yang kini  mengarungi kompetisi Liga 3 2019 Pra Nasional.

Kualitas?, penampilan bermain Laskar Ketonggo ( Persinga-red), layaknya seleksi pemain dalam ‘game’ penentu. Beberapa pemain bahkan berupaya beradu skil demi menguasai bola yang ujungnya malah terjadi blunder, terutama dilini tengah.

Nama nama yang ada dalam kantong pelatih Utut Wijanarko pun akhirnya dipertanyakan kualitasnya.

Mental dan pengalaman pun akhirnya menjadi kesimpulan dari kekalahan Persinga. Perebutan bola dan alur serangan antar lini dari Persinga dalam sekali sentak bisa dipatahkan oleh Persijap. Kalu tidak mau dikatakan semacam simulasi standar bagi Persijap.

“Komunikasi antar lini dan mental pemain masih kalah dengan lawan, apalagi dihadapan ribuan supoter tamu yang lebih dominan,masih wajar,” kata Utut dalam keterangan persnya.

Bagi Utut permainan anak anak Persinga sudah bagus, banyak peluang diawal pertandingan, namun hal itu saja tidak cukup bagi sebuah tim, tapi mental bertanding bisa jadi penentu.

Hal senada juga disampaikan oleh manager Persinga, Faisol, bedanya evaluasi akan dilakukan pihak manajemen sesuai yang diharapkan pelatih.

“Yang mengetahui strategi maupun tehnik adalah pelatih sehingga manajemen akan menyerahkan sepenuhnya kepada pelatih mana yang pelu dievaluasi,” ujar Faisol yang mengisyaratkan kondisi lini tengah.

Sementara itu, kemenangan Persijap ditanggapi datar oleh pelatih Persijap Sahala Marudud Tigor. Ia mengapresiasi pemainan anak buahnya, serangan bisa berjalan efektif sesuai yang diharapkan. Terutama menahan serangan Persingan yang frontal dan kerap merepotkan.

“Anak anak kami bermain pintar, bisa memanfaatkan peluang yang ada, dan sesuai yang kami instruksikan,” kata Sahala.

Jalanya pertandingan

Menggunakan formasi 4-4-2, Persinga cukup agresif di menit menit awal, serangan frontal dari lini tengah ke sayap dan depan mampu membuat kerepotan gelandang tengah Persijap yang memasang strategi formasi 4-3-3.

Merasa dipecundangi di permainan tengah, pemain tengah Persijap Rizky Hidayat  habis kesabaran dengan melakukan pelanggaran keras hingga berbuah kartu kuning pada menit ke 24. Kesumat tersebut ternyata juga menular ke pamain tengah Persijap lainya selang 5 menit kemudian, gilang Mijwar dari ternate menacungkan kartu kuning kepada Zainal Arifin karena melakukan pelanggaran.

Merasa lini tengahnya menjadi bulan bulanan Persinga, Persijap terkesan menurunkan tensinya dan berhasil mengontrol kondisi lini tengah. Ketenangan mental lini tengah tim tamu akhirnya berbuah berkat keberhasilan Rizky Hidayat merangsek kedepan hingga akhirnya mampu manceploskan gol kegawang Adib Luthfi di menit ke 36. Gol sekor 0-1 untuk tim tamu.

Meskipun tertinggal satu gol, Persingan tidak mengendurkan serangan, kali ini membuat barisan belakang Persijap meradang. salah satunya adalah bek tengah Persijap, Aldi Mahardika harus mendapatkan kartu kuning di penghujung babak pertama.

Memasuki babak kedua, Persijap sepertinya tidak ingin dipaksa lagi main setengah lapanga seperti di babak pertama. Serangan melintang antar sayap coba diparagakan anak anak Laskar Kalinyamat( Persijap-red) untuk menghindari kontak dengan lini tengah Persinga. Alur ini kemudian mebuat kelabakan barisan belakang Persingan hingga membuat salah satu pemainya Rully Adtya melakukan pelanggaran keras, kartu kuning untuknya di menit ke 46.

Kartu kuning yang diterima Rully ternyata menjadi penanda anti klimaks Persinga, serangan agresif dan pola alur bola yang awalnya nampak kini justru berbalik arah. Lini tengah persingan mulai kehabisan nafas, beberpa pemain mengakalinya dengan menggunakan skil individunya namun justru banyak melakukan blunder.

Lini belakang Persinga beberapa kali kalah sprint dengan tim tamu meskipun dua kali pergantian pemain dilakukan Utut untuk memulihkan kebugaran. Namun tetap tidak bisa mengimbangi gelombang serangan Persijap.

Alih alih menguasai pertandingan, pertahanan Persingan justru semakin kedodoran sejak paruh babak kedua, gempuran dan penetrasi pemain Persijap semakin meningkat, terlebih pergantian dilakukan Sahala pada lini depan timnya. Dan lagi lagi tipuan lini tengah dari kaki Rizky Hidayat menancapkan gol ke dua ke gawang Adib dimasa tambahan waktu. Gol, 0-2, tim tamu mengondol poin penuh.

Kalah kualitas, stamina, mental dan pengalaman harus ditelan pahit oleh Slamet Hariadi dan kawan-kawan di match ke tiga ini. Torehan point 4 masih mengukuhkan Persinga pada peringkat kedua dari kelasemen di Group B Liga 3 2019 Pra Nasional.

Namun begitu publik Ngawi layak berbangga, dari kantong mataraman, hanya Persinga yang kini masih bertaring.

Jurnalis:   A. M. Mustofa

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.