Connect with us

SKI News

Pendekatan Humanis, Sopir Truk Maut Serahkan Diri Korban Hangus

Published

on

TANYAI SOPIR: Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono tengah menanyai sopir truk mau seputar laka lantas itu, diakui seluruh kejadian

Suarakumandang.com, BERITA MADIUN. Sopir truk terlibat laka maut dengan 2 pengendara motor tewas hangus terbakar di km 136-137 masuk Desa Sugihwaras, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Sabtu (12/10/3019) sekitar pukul 22.50 WIB, akhirnya menyerahkan diri. Suseno (62) warga Desa Sonowangi, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur  menyerahkan diri, setelah diketahui nopol truk kontaknya serta pendekatan humanis.

Demikian disampaikan Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono dan Kasat Lantas AKP Jimmy H Manurung  di Mapolres Madiun, Kamis (17/10/2019). “Sebelum diketahui identitas si sopir, dari olah TKP ditemukan serpihan truk, lalu dilacak dari dari pintu Tol Madiun. Dari CCTV pintu tol diketahui ada truk dengan ciri dan ada kerusakan bagian depan truk,’ jelas Kapolres Madiun.

Akhirnya, dilakukan pelacakan hingga diketahui sopir truk, lalu dilakukan kontak dengan pendekatan humanis. “Saya minta sama Kasat Lantas, agar dilakukan pendekatan humanis. Ternyata, membawa hasil, si sopir membenarkan laka lantas itu, bersedia menyerahkan diri, usai mengantar pepaya ke Jakarta,” ujar Kapolres Madiun lagi

Benar saja, Kamis (16/10/2019) sekitar pukul 17.00 lalu menyerahkan diri dengan membawa truk Fuso nopol N 9749 DK beserta kernet. “Sebelum kejadian, saya melaju dari timur ke barat sekitar 50 km per jam, mendadak dari arah berlawanan motor itu memutar. Saya berusaha mengerem, karena terlalu dekat tabalrakan tidak bisa dihindarkan,” ujar Suseno.

Usai kejadian, sempat melihat kondis korban dengan motor terbakar, kernet sempat meminta agar menolong korban. Tapi, ajakan itu ditolak, lalu berlalu menuju Tol Madiun, sesampai di Jakarta sempat memperbaiki lampu kanan truk. Ia hanya bisa pasrah dijerat pasal 310 ayat 2 dan 4 serra pasal 312 UU Nomor 22/2009 tentang lalu lintas angkutan jalan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara.

Sementara itu, identitas kedua korban hangus terbakar yaitu Ricco Maytricio (15) dan Muhammad Bagus Satria (17/ tetangga warga Desa Kedungbocok, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, beberapa jam berselang berhasil terungkap. “Bisa terungkap dari kartu Pramuka milik Muhammad Bagus Satria dan nomor kontak keluarga di ponsel korban,” ujar AKBP Ruruh Wicaksono.

Jurnalis: Agus Basuki.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.